Friday, 21 December 2012

Bikin "Nyan Cat" Dari Hama Beads. Asik loh!

Halo, Kak! Ada kreasi baru nih! Kreasi kali ini dikenal dengan sebutan Hama Beads! Apa sih Hama Beads?

Hama Beads itu permainan yang didesain untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Hama Beads ini salah satu permainan paling populer loh di Eropa! Apalagi dengan banyaknya pilihan warna, imajinasi yang kita aplikasikan dalam karya itu tanpa batas! WOW kan?! :D

Kali ini aku mau berbagi cara membuat Hama Beads dengan tokoh Nyan Cat :D Yang dibutuhkan adalah:

ALAT & BAHAN:
1. Hama Beads (Midi, Mini, atau Maxi itu sesuai selera. Kalau Mini hasil lebih halus. Tapi lazim yang digunakan biasanya ukuran Midi),
2. Pola untuk membuat kreasi Hama Beads,
3. Pegboard,
4. Iron Paper,
5. Setrika.

Yuk, kita mulai bikin! :D
1. Pertama tentukan pola. Contoh pola bisa cari di internet kalau masih bingung :D
2. Susun Hama Beads pada pegboard. Di sesi ini kita membutuhkan kesabaran dan ketelatenan ekstra, Kak. Contohnya seperti ini:
Ini pakai 2 pegboard. Hati-hati ya, kalo pakai lebih dari 1 pegboard. Pegboard rawan copot, kalau copot, hama beads yang udah kita susun bisa ancur kembali menjadi butiran debu *halah*! Baru aja ngalamin soalnya. Nyan Cat-nya ancur, dan ngulangin beberapa bagian. Hatiku jadi cenat-cenut T____T
3. Setelah jadi pola seluruhnya, letakkan Iron Paper di atas Hama Beads yang sudah disusun.
4. Panaskan setrika. Jangan terlalu panas. Sedang-sedang saja kayak lagu dangdut ;) Pakai setrika untuk melumerkan beads sehingga mereka menyatu (sehingga pola yang kita susun ini menjadi permanen, Kak). Sekiranya beberapa menit dengan gerakan memutar. Jangan kelupaan ngebiarin setrikaan dalam keadaan diam di atas iron paper, nanti beadsnya meleleh. Jangan pernah menyetrika beads tanpa menggunakan iron paper ya Kak, karena selain merusak beads, pegboard pun bakal rusak juga :) 
Nah, ini disetrika dengan gerakan memutar.
5. Jadi deh: Hama Beads "NYAN CAT" :D
Horraaaay sudah jadi deh!
6. Setelah jadi, silahkan aplikasikan gantungan kunci, tali kalung, cangkolan anting, tali handphone, atau peniti bros pada beads. Jadilah aksesoris yang dikehendaki. Asik kan? :D
Yang bikin numpang nampang boleh yak :p
Well, begitulah cara membuat Hama Beads ;) Kalo di antara kalian semua ada yang minat order Hama Beads dengan pola tertentu, boleh loh Kak, hubungi di @megasofunny atau message via facebook di Yeyen Shofani. Kebetulan, tahun baru nanti Megashofani buka online shop khusus Hama Beads: "Marionette Hama Beads". Bacanya Marionet ya Kak, bukan Mario Netek *sumfeh ini bukan nama tokoh motivator*. Pokoknya dijamin ketjeeee ^_^

Sekian dulu postingan kreasi hari ini. Ciao!

Love, 
Megashofani.

Monday, 17 December 2012

Membuat Pola Kruistik (Wajah Orang) Part II

Hai girls, guys, and, gays!
Kalo kemarin aku udah bagi-bagi cara membuat pola kruistik metode pertama di sini, kali ini aku mau berbagi cara membuat pola kruistik yang kedua. Pola ini diperuntukkan kamu-kamu yang mau membuat kruistik dengan wajah orang :)

Metode kedua ini, LEBIH membutuhkan kesabaran. Karena akan melalui beberapa tahap. Kayak gimana sih Metode Kedua? Yuk cekidot! (Klik untuk memperbesar gambar-gambar).

Metode Kedua (Metode Trace Bitmap)

1. Di sini kamu harus punya tekstur kotak-kotak (dari Microsoft Excel) seperti gambar di bawah ini.
Atur Column Width: 0,5, Row Height: 5
2. Screen Shot (Print Screen) kotak-kotak yang berada dalam Microsoft Excel tersebut, lalu paste ke dalam Paint.
3. Setelah itu Save As dan jadinya tekstur kotak-kotak seperti ini.
4. Nah, sekarang beralih ke Trace Bitmap Foto yang mau dijadikan kruistik :) Pertama, buka Corel Draw, lalu Klik File > Import > Klik Foto yang mau kalian kruistik. Jadinya begini. Setelah itu, cari Trace Bitmap, klik Outline Trace yang paling bawah > Line Art.
5. Setelah itu muncul tampilan seperti ini. Setelah di-Trace Bitmap, klik File > Export > Pilih PSD (Photoshop). Yak kita beralih ke photoshop! Corel Draw selesai. :)
Nah, tampilan kiri itu yang berupa foto, tampilan kanan itu berupa foto yang sudah di Trace Bitmap. Detail, Smoothing, Corner Smoothness di tab kanan (Trace Controls) menyesuaikan kemauan yaa. Kalo aku sih angka Smoothing & Corner Smoothness cukup di angka 50 & 50.
4. File hasil export dari Corel Draw ke Photoshop tadi kita buka, berikut tekstur kotak-kotak yang sudah kita print screen dan kita save berupa gambar. Jadi seperti ini:
5. Klik Rectangular Marquee Tool di pada Tool di samping kiri gambar lalu tandailah pada gambar yang sudah di Trace Bitmap tersebut. Setelah itu pencet CTRL+X, lalu pindah pada box gambar kanan dan pencet CTRL+V. Kemudian, pada layer set the blending mode for the layer: ganti MULTIPLY. Jadinya seperti ini:
Nah, gambar sudah berupa pola dengan kotak-kotak (tapi masih kasar).
6. Lalu Save As JPEG dan sekarang begini tampilannya:
7. Sesudah itu kita beralih ke Paint. Gambar trace bitmap untuk pola kruistik dengan format JPEG kita buka dengan paint. Klik kanan pada gambar > Open With > Paint.
NAH. Di sini aturannya kalau dalam satu kotak terdapat 2 warna, misal hitam dan coklat, kalau hitam memenuhi 3/4 dari kotak tersebut, maka rubahlah warna kotak itu menjadi seluruhnya hitam. Kalau semisal warna coklat dan hitam sama-sama 1/2, maka bereksperimenlah mana yang lebih cocok agar bentuk-bentuknya pas dilihat. :) NAH. Proses inilah yang memakan waktu lumayan lama.
8. Kira-kira ini contoh kecil perubahan mata yang sudah siap dijadikan pola songket kristik.
Nah, begitulah tutorial membuat pola kruistik berupa wajah manusia. Hmmm, kalau misal wajahnya terdapat bayangan/shadow, atau gradasi, kadang susah untuk menemukan warna benang wool yang pas untuk digradasikan, maka dari itu, warna wajah bisa disamaratakan, misal coklat muda atau cream. Untuk background aku nggak mau ribet, jadi aku pilih satu warna aja :) Soalnya kalau ngikutin yang foto aslinya bakal lama banget waktu menata ulang warnanya di Paint.

Terus hasil jadinya kayak gimana? THIS IS IT! :D
Tuh kan, warna wajahnya aku samaratakan, biar lebih simpel cari benang woolnya, begitupun backgroundnya. Dan hasilnya Mas Pacar senang sekali :') Hihihi. 

SELAMAT MENCOBA YAAA! :*

Love,
Megashofani

(Tutorial) Membuat Pola dan Songket Kruistik Part I

Halo girls, guys, and gays...!
Kali ini aku bakal membahas kerajinan tangan yang aku gemari. Pada dasarnya aku ini orang yang mencintai sesuatu yang unik, indah, apalagi kalo itu berupa kerajinan tangan. Rasanya lebih spesial aja kalo itu kerajinan tangan, APALAGI hasil dari tangan kita sendiri! :D WOW sensasinya itu loh, tiada duanya!

Sebelumnya aku pernah bikin 4 kruistik: 3 untuk idola aku #SPBU (Shitlicious-Poconggg-Benakribo) dan yang 1 untuk pacar aku *switwiw*. Kruistik juga cocok buat dijadikan kado atau hadiah untuk orang yang menurut kamu spesial :D Soalnya ini kerajinan yang lumayan butuh pengorbanan terutama WAKTU.

Nah kali ini aku bakal berbagi 2 metode membuat pola kruistik dan mengkruistik buat teman-teman semua, yang pastinya gampang-gampang susah. Gampang kalo mau telaten dan sabar. Susah kalo kamu emang gak bakat sabar :P Kruistik memang membutuhkan ketelatenan, ketelitian, dan kesabaran yang begitu ekstra! Makanya, kalo mau cari pacar, pacarin deh yang pinter bikin kruistik, orangnya pasti sabaaar :P *benerin kerah*

Biasanya ada tuh, kruistik yang dijual sudah sepaket dengan pola. Tapi kan gak seru bok! Paling asik itu kalo bikin kristik berikut dengan pola hasil imajinasi kita sendiri! :D Terus gimana caranya? 

KAMU HARUS PUNYA DULU:
- Microsoct Excel dan imajinasi :D
- Pola kruistik (pola yang akan kamu jadikan bahan meng-kruistik),
- Kain strimin (ukuran disesuaikan). Bikin kristik itu 1:3. Sederhananya, kalo di pola kruistik 1 warna mewakili 1 kotak, artinya di kain strimin 1 warna mewakili 3x3 atau 9 kotak (nanti deh, dijelasin di fotonya.),
- Benang wool (warna menyesuaikan kebutuhan pola),
- Jarum kruistik (jarum untuk wool yang di bagian lubangnya besar.).

Metode Pertama (Metode Khayal)

1. Di sini kamu diharuskan punya imajinasi yang kuat juga bayangan yang jelas seperti apa kreasi yang kamu mau. Contohnya nih, dulu aku bikin kristik kakak-kakak #SPBU dengan mereka-reka bagaimana wujud mereka jika dikartunkan. Dan hasilnya membentuk pola seperti ini di Microsoft Excel. Untuk bikin kotak-kotak kecil setting Column Width: 0,5, Row Height: 5 (klik untuk memperbesar gambar):
Ini POLA PERTAMA, masih kasar, belum dirapikan lagi
Kemudian, karena melihat beberapa bentuk seperti bibir, mata, rambut, warna-warna dan bentuk lain yang dirasa masih kurang pas, akhirnya aku menata ulang menjadi seperti:
Asli itu pola Mas Alitt gak bermaksud dipotong. Cuman kalo mau ngeprint beberapa bagian kan, kudu pake selection. Nah, setelah itu kepencet lah warna putih. Pas di close, ditanyain sama komputernya Do You Want To Save? Malah kepencet YES pula! Apes lah.
Bandingkan deh, lebih rapi dan kelihatan cute pola kedua kan, daripada yang pertama? :) #DiiyainAja :P

2. Kemudian, catat berapa warna yang kamu butuhkan dan warna apa saja. Catat juga berapa ukuran kain strimin yang kamu butuhkan (biasanya di toko benang dijual kain strimin yang per meter).

3. Memulai menyongket kruistik. Pada dasarnya kruistik menggunakan pola silang. Nah, pola silang yang satu demi satu ini yang nantinya akan membentuk gambar sesuai pola yang kamu ikuti.

Gambar kiri: cara menyongket, tampilan jarum & benang.
Gambar kanan: 15 kotak yang menggambarkan kain strimin yaa. So:
3.1. Masukan jarum yang sudah dikait benang di lubang kain strimin nomor 1 (gambar kiri), sisakan sedikit benang wool di bagian belakang untuk 'mengunci' songketan.
3.2. Dari lubang nomor 1 masukan jarum ke lubang nomor 9, lalu masukan lagi jarum ke nomor 3 (sehingga posisi jarum berada di bawah kotak nomor 6).
3.3. Setelah masuk di lubang nomor 3, ulangi pola tersebut sehingga membentuk seperti pada gambar (kiri) nomor 3. 
3.4. Ulangi sampai sebanyak jumlah kotak pada pola gambar yang telah kita buat. Misalnya pada pola terdapat 5 warna kuning, buatlah pola silang sebanyak 5 kali pada kain strimin.
3.5. Setelah itu agar bisa membentuk pola silang, dari lubang nomor 3 masukan ke lubang nomor 7, lalu masukan lagi jarum (dari bawah) ke lubang nomor 1 (posisi jarum berada di bawah kotak nomor 4). Kalau songketan dilanjutkan ke atas maka dari lubang nomor 7 bisa langsung dimasukkan le lubang nomor 13 lalu disongket lagi ke lubang nomor 3, dan masukan lagi jarum (dari bawah) ke lubang nomor 15. DAAAAN BEGITU SETERUSNYA :D

WELL, ini enaknya sambil pegang alat & bahannya, jadi sambil praktek. Kalo dibaca doang gini sih, pusing ya pusing deh lau :P Mungkin kalo kurang hobi, ngerasa ribet kali ye. Tapi buat kalian yang suka mengasah kreativitas (terutama cewek-cewek), ini menyenangkan sekali, karena ada kepuasan tersendiri :)

Terus, hasil akhirnya gimana? TRADAAAAA!
Hihihi, ini belom dibingkai, dan kruistik Bang Benakribo (paling kanan) pun, backgroundnya belum disongket. Membuat 3 buah kruistik ini total memakan waktu 5 bulan. Kalo kata orang Jawa, selo tenan uripku :D Intinya, sempet-sempetnya sih looo mengkristik?!?! Hari geneee gitu yah :O Ya gimana, waktu itu jomblo. Butuh kegiatan buat ngisi waktu, biar lupa malam minggu :D

Yak sekian dulu metode pertama, besok-besok saya update metode kedua yaitu metode untuk mengkristik wajah orang.

SEE YOUUU! :*
Megashofani.

Friday, 27 July 2012

Kiat-kiat Berdamai dengan dan Merelakan Masa Lalu versi Megashofani

Akhir-akhir ini aku lagi keasikan move on, makanya lupa kalo pernah punya blog. Iya, aku berhasil say bye dengan masa lalu. Banyak orang merasa sulit untuk melupakan masa lalu. Sebenernya memang masa lalu nggak bisa dilupakan tapi masih bisa kok untuk direlakan. Iya apa iya? Aku tadinya (setahun yang lalu tepatnya) patah hati karena mantan-mantanku balikan sama mantan-mantannya, tapi dibalik semua itu ternyata dunia yang lebih luas, dewasa, ceria, menyenangkan, dan penuh warna masih menunggu. 

Baru putus? Atau susah melupakan masa lalu? Masih aja resah gelisah gundah karena si dia yang masih selalu aja memasuki pikiran dan hati kamu padahal doi sama sekali udah gak mikirin kamu? Gak masyalah~ Walaupun aku bukan klinik Tong Fang yang bisa mengobati hati kamuh #apasih, tapi aku punya beberapa kiat yang mungkin bisa juga kamu pake supaya perasaan risau karena si doi yang kini masih membayang bisa hilang.

START 

Start di sini ada 2: Kata Hati dan Niat. Dengarkan apa yang menjadi kata hati kamu, lalu jadikan itu target dan kemudian niatlah dengan sungguh-sungguh.

1. Kata Hati
Pertama-tama sebelum memulai semuanya, kamu harus jeli dulu: apa sih, yang hati kamu mau? Di saat kamu putus terus ada rasa pingin balikan sama doi mungkin teman-teman sekitar kamu bakal 'ngomporin' kamu, "Bener tuh! Putus aja. Gak usah balikan lagi blablabla~ Soalnya mantan kamu blablabla~" TAPI kamu sendiri masih ragu antara "balikan atau nggak ya?". Di sini, IKUTI KATA HATI kamu. Hati kamu yang tau, apa yang bener-bener kamu mau. Apapun hasilnya nanti, bahagia atau kecewa, at least itu pilihan hati kamu sendiri. Jadi gak ada kata menyesal. So, ikuti kata hati: mau balikan atau move on aja?

2. Niat
Niat itu penting loh! Semua usaha yang kita lakukan kalo tanpa niat, gak akan bisa nyentuh garis finish. Tentunya niat yang nggak setengah-setengah. Karena kalo setengah-setengah ya hasilnya setengah. Iya apa iya? So, niatnya mau gimana nih? Niatnya mau balikan sama si mantan hayuk! Move on juga hayuk! Pilih target dan di-niat-in! 

Aku pengen move on, tapi masih sayang masih penasaran pengen balikan sama mantan juga? Tapi pengen move on. Tapi pengen balikan. Tapi... Gimana dong?   

Coba inget-inget lagi apa sih masalah yang bikin kalian putus kemarin-kemarin? Sepelekah? Hanya karena berebut permen kah? Hanya karena kurang perhatian dan pengertian? Hanya karena di tiap SMSnya dia gak ngasih smiley ":)"? Kalau hal-hal semacam itu boleh aja balikan lagi. Dan kalo masih penasaran pingin balikan untuk mencoba kembali, silakan aja. Tapi, kalo perkaranya mengenai selingkuh, pelecehan kehormatan dan harga diri, mending gak usah balikan. Kalo dari awal sudah tidak saling menghargai dan menghormati, gimana nanti jadi suami-istri? 

Seandainya pengen balikan aku harus gimana? 

Ada beberapa point di sini:  Berdoa, Usaha, Percaya/Yakin, Memantaskan diri, Waktu dan Siap untuk segala kemungkinan terburuk. 

Berdoa
Berdoa ini penting. Semacam pondasi. Dengan berdoa, ini akan mempengaruhi keyakinan kita untuk melakukan usaha. Berdoa menurut kepercayaan dan bahasa masing-masing. 

Usaha
Kamu bisa mulai dari melakukan apa yang mantan kamu sukai. Mulai dari memberi perhatian sampe melakukan hal-hal yang butuh pengorbanan. Tentunya melakukan pengorbanan yang konteksnya positif. Misalnya nih: dulu sewaktu aku pingin balikan sama mantan, aku les gitar 3 bulan cuma pengen ngasih kado ulang tahun dia berupa video akustik. Hasilnya balikan gak? Gak sih. Soalnya doi udah punya cewek. Tapi doi bilang, "Kalo misalkan gue sekarang gak punya cewek, dengan semua yang udah lo lakuin ke gue, kita bisa banget balikan kayak dulu." Atau mungkin bisa juga kamu ngasih sesuatu yang dia suka tapi sesuatu itu buatan kamu sendiri. Misal dia suka kue kastengel, kalo kamu pengen ngasih, ya buatlah itu dari tanganmu sendiri. 

Percaya/Yakin
Percaya kamu bisa menarik hati dia kembali. Sugestikan saja hal yang baik-baik. Yang penting keyakinan yang kuat. Menumbuhkan keyakinan itu kayak menanam pohon. Pertama emang cuma tunas tapi kalau terus disiram dengan keyakinan demi keyakinan, dia bakal tumbuh besar dan itulah yang menjadi energi positif buat kamu. 

Memantaskan diri
Memantaskan diri di sini memantaskan diri yang seperti apa sih? Ini semacam instropeksi diri sih. Coba tanyakan lagi ke diri kamu sendiri, apa iya kamu udah pantes buat ngedapetin cintanya lagi? Kalo tadinya kamu diputusin gara-gara kamu egois terus sekarang kamu minta balikan dan masih egois, ya jangan harap dia mau balikan sama kamu. Gimanapun bentuk rupa cinta, cinta tetap butuh pengorbanan seperti mengorbankan sikap egois kamu.

Memantaskan diri ini banyak ragamnya sih. Bisa juga memantaskan diri secara fisik. Ya, aku tau mungkin kamu pengen dia nerima kamu apa adanya. Well, gak salah kok. Tapi menerima kamu apa adanya bukan lantas kamu SEADANYA juga dong! Sempurna itu gak mungkin, tapi lebih baik HARUS. 

Waktu
Beri dia waktu. Jangan mendesak dia untuk segera merasakan 'jatuh-cinta-lagi' dalam waktu singkat kepada kamu. Beri juga waktu kepada alam untuk berkonspirasi dengan doa, usaha, dan keyakinan kamu. 

Siap untuk kemungkinan terburuk

Nah bagaimanapun hasilnya, diterima kembali atau tidak, setidaknya kamu sudah berusaha. Kalau dia memutuskan untuk nggak balikan lagi sama kamu, ya sudah. Tapi kalau kamu masih mau mencoba sampai bosan ya silakan saja. Toh kalau dia memang untuk kamu, dia akan kembali pada waktunya. Tuntaskan segala penasaran dan harapan yang belum terjawab, lalu cari jawabannya.

Jangan sampe ketika kita sudah berjalan 'ke depan' tetiba masih muncul di benak, "Andai dulu aku ngajak dia balikan sekarang gimana yah? Aku bakal bahagia atau sebaliknya yah?". Karena penasaran sama hal yang udah berlalu gak akan ada gunanya. Jadi kalo sekarang masih penasaran sama harapan itu, ya silakan saja kejar sampai dapat. Sakit hati itu resiko. 

Di atas ini versi kalo mantan kamu belum punya 'pengganti' alias pacar baru. NAH! Sekarang gimana kalo mantan udah punya pacar baru lagi? Padahal masih sayang sama mantan?

Well, i feel you bro~ mungkin paragraf ini akan menjadi paragraf paling bejat di postingan ini karena aku bakal ngajarin kamu menjadi orang ketiga. YA, ORANG KETIGA. Kamu pengen balikan tapi cuma nungguin mantan putus sama pacarnya, YA KAPAN DAPETNYAAAA?! Gini yah, kadang ada beberapa hal yang gak bisa kita tunggu, tapi harus kita kejar. Selama mantan dan pacarnya masih PACARAN, IT'S OKAY. JANUR KUNING BELUM MELENGKUNG #GANYANTE. 

Kita punya HAK buat ngejar orang yang kita sayang dengan catatan yang dikejar belum memiliki ikatan resmi (nikah) dengan siapapun. Bukannya cinta itu ikhlas melihat dia yang kita cintai bahagia ya? Ya memang, tapi masalahnya situ UDAH IKHLAS BELOM?! HAHAHAHAH *ketawa setan*. Kalo belom, ya kejar aja! TOH, kalo gak diperjuangin dan move on duluan kamu gak tau hasilnya SEMISAL kamu memperjuangkan itu kan? Daripada penasaran? Pokoknya lakukan saja tips di atas: Berdoa, Usaha, Percaya/Yakin, Memantaskan diri, Beri waktu dan Siap untuk segala kemungkinan terburuk.

Kalo ternyata pada hasilnya mantan kamu setia sama pacar barunya, ya lapang dada lah. Hidupmu gak akan berakhir cuma karena tanpa dia. "Aku tak bisa hidup tanpamu" itu bohong. At least kamu sudah memperjuangkannya ya kan? :) Tapi kalo ternyata pada hasilnya mantan kamu berpaling pada kamu dan meninggalkan pacar barunya... selamat ya! Kamu berhasil tapi KARMA yang jadi resikonya. Ya, kalo pacar barunya diputusin kan udah jadi mantan, nah bukan gak mungkin mantannya bakal melakukan hal yang sama seperti kamu. Dan bukan gak mungkin kalo setelah kamu balikan lagi, hati pacar kamu sudah tidak sepenuhnya seperti sedia kala untuk kamu. 

Mega, aku udah ngelakuin semua tips di atas tapi doi masih belum juga ngasih jawaban. Gimana dong? 

KASIH WAKTU! Dan kamu harus sabar menunggu hasilnya. TAPI kamu harus punya batas kapan kamu tetap mau menunggu dan kapan kamu harus berhenti lalu move on. Kamu emang bisa menunggu, tapi WAKTU itu sendiri nggak bisa. Jadi bijak-bijaklah memakai waktu. Toh, kalau cintanya masih buat kamu, dia gak akan membuat kamu menunggu begitu lama. 

Mega, aku pengen balikan sama mantan pacar aku tapi dia udah nikah, gimana cara bikin dia balikan sama aku? 

Aduh bok jangan gila dong~ Kalo doi udah nikah dan hidup berdua dengan ikatan resmi, ya sudah WASSALAM. MOVE ON lah! Move on emang susah tapi bukan berarti gak bisa. Pokoknya kalo udah nikah mah tinggalin aja. Silaturahmi sih boleh, tapi kalo berniat untuk berhubungan lagi dengan perasaan mending gak usah. Cari penyakit namanya. Percaya deh, soalnya #truestory nih.

Terus gimana kiat-kiat move on nya?

Kalo emang niat move on, gampang-gampang susah! Gampang kalo kamu udah gak penasaran lagi dengan masa lalu kamu. Susah kalo kamu masih aja penasaran dengan masa lalu kamu, jadi kalo masih penasaran mending dituntasin aja dulu sampe dapetin jawaban dari rasa penasaran itu. Masih suka stalking timeline mantan yang sekarang udah punya pacar baru? Atau mantengin foto kalian berdua waktu masih mesra-mesranya? Terus baca-baca chat history tapi itu berujung pada rasa nyesek pada ulu hati? Gak masyalah~ Kadang kalian harus menghilangkan rasa sakit dengan cara menyentuh luka itu sendiri. Jadi kebalkan saja hatimu dengan menguntit timeline nya terus-terusan. :p

Point move on hampir sama kok dengan tips di atas. Beda dikitlah:  Berdoa, Usaha, Percaya/Yakin, Manjakan diri, Saling memaafkan, Beri Waktu, Buka hati, dan Fokus pada hal-hal baru.

Sebelumnya berdoalah. Memintalah kekuatan untuk melewati rasa yang begitu labil.

Dan usahalah! Kalo kamu biasanya dengerin lagu dengan musik sejenis Rumor - Butiran Debu coba deh dengerin lagunya Astrid - Lihat Aku Sekarang. Lirik dan musiknya bikin kamu semangat. Setidaknya ngebuat kamu berkeinginan menatap masa depan dan berusaha lebih baik! Yak! Intinya jangan dengerin lagu mellow, itu bakal berpengaruh sama perasaan kamu. Lalu sembunyikan semua barang-barang dari mantan di tempat yang jarang kamu tengok, di lemari yang jarang kamu buka, di manapun yang nggak terlihat sama kamu. 

Kemudian kamu harus PERCAYA DAN YAKIN kalo kamu BISA TANPA DIA. Percaya dan yakin 'di depan' banyak hal-hal yang lebih baik menanti. Kepercayaan itu mampu mendatangkan kenyataan. Jadi kalo kamu percaya semua bakal baik-baik saja, insyaAllah kedepannya tetap baik-baik saja. Percaya kalo akan ada yang lebih baik daripada di masa lalu. Toh kalau mendapatkan yang lebih baik, perpisahan pun gak akan jadi penyesalan bukan? 

Manjakan diri kamu selagi move on. Mungkin sewaktu pacaran kamu adalah pihak yang merasa sering korban hati, maka kali ini manjakan diri kamu sesekali. Carilah kebahagiaan-kebahagiaan kecil, seperti cake, coklat, makanan enak, shopping, hang out sama temen, nonton bioskop, daaan sebagainya. 

Maafkanlah masa lalumu dan dirimu. Manusia tempatnya khilaf, apapun yang masa lalumu perbuat dan menyakitkan, MAAFKANLAH. Maafkan juga dirimu sendiri, berdamai, dan menciptakan hari baru lagi.

Beri juga hatimu waktu. Waktu hampir menyembuhkan segalanya termasuk sakit hati. Karena seiringnya waktu, hatimu akan menemukan keikhlasan untuk merelakan yang berlalu. Jadi kalo memang belum bisa sepenuhnya beranjak dari masa lalu, ya biarkanlah! Nikmati saja prosesnya.

Kalau kamu merasa sudah jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya, maka bukalah hati. Carilah/terimalah seseorang yang baru, yang bisa menjadi cerita baru dalam kehidupan kamu. Hiduplah dengan mereka yang menjadikanmu (salah satu) masa depan mereka :) 

Hidup ini kan gak cuma tentang CINTA! CE-I-EN-TE-AK! Jadi carilah fokus lain, fokuslah pada hal-hal baru. Mulai menulis misalnya. Kalopun masih ingin bergulat dengan romansa cinta, menulislah tentang cinta. Mulai mencari kegiatan baru yang menantang atau mengasah kreativitas juga boleh :D Carilah idola yang bisa menginspirasimu untuk berkarya :)

Well, gak semuanya itu berjalan dalam waktu singkat. Aku sendiri hampir 2 tahun berjuang untuk move on. Bergelut dengan takdir dan karma sudah biasa. Jatuh, terluka, bangkit, sampai bisa berdiri lagi, sampai kemudian jatuh lagi. Sakit memang, tapi semakin kebal, semakin kuat, semakin tahan ujian :D Pesan aku sih ya, kalo emang baru putus banget dari pacar, jangan cari pengganti. Kadang 'pengganti' itu cuma pelarian aja.  

Yang menakutkan adalah ketika kita merasa jatuh cinta kepada seseorang yang kita pikir kita cinta. Dan kalo itu terjadi, dan ternyata kamu sadar kamu gak secinta seperti yang kamu pikirkan, berarti kamu membohongi diri sendiri, hati bakal capek lagi. So, daripada cari pengganti. Kasih hatimu waktu untuk beristirahat, pulih, dan sembuh dari lukanya.

Yak sekian postingan dari saya! Yang mau nambahin tips-tips lain boleh juga loh! :D SELAMAT MOVE ON!

Saturday, 2 June 2012

Me, Lollypop, and Balloons! ♥

"Kita berhenti bermain karena menjadi tua. 
Kita menjadi tua karena berhenti bermain."

Balon Gas ♥
Balon Pasar Malam ♥
Lollypop and Mega-Mouse ♥

Sunday, 27 May 2012

Teruntuk Si Mas Koki Bread T*lk :)

Untuk kamu yang selalu berkutat pada adonan kue dengan wajah serius setiap aku melihatmu (bahkan tanpa kamu sadari), perkenalkan... aku pengagummu :) Terutama kagum dengan senyummu yang jarang diperlihatkan itu. Sangat. Kagum!

Malam ini begitu sepi. Bukan malam juga, aku lebih suka menyebutnya dini hari. Hening, dengan suara jangkrik kemudian suara kereta api melintas... rasanya begitu damai dalam keheningan, dan seringkali membuat aku flashback dengan kejadian di hari ini, yang baru saja kulewati.

Ngomong-ngomong tentang hari ini, aku melihatmu lagi. Di kotak itu. Kotak dengan dinding kaca di sebuah toko roti Bread T*lk, Solo Grand Mall. Kamu menggunakan topi kokimu, lalu masker hijau muda yang melekat menutupi mulutmu. Tapi dari bentuk matamu, tanpa harus membuka topi koki dan maskermu, aku tau... itu kamu.

Entah rasa apa yang ada di hatiku kini, tapi selalu saja berbunga-bunga setiap setelah aku melihat kamu. Di sana, bersama koki-koki yang lain membuat adonan kue. Aku melihatmu dari kejauhan. Memperhatikanmu. Sadarkah?

Kalau tidak salah, sudah terhitung enam bulan ini diam-diam aku menjadi pengangummu yang selalu menyempatkan diri beberapa kali untuk membeli kue dengan dalih agar bisa memata-mataimu, melihat kamu hanya untuk sesaat lalu kemudian pulang lagi dengan perasaan seperti orang yang baru saja memenangkan lotre. Entahlah... ada perasaan jatuh hati, gemas, penasaran, yang membuat hatiku girang dengan sendirinya.

Kekagumanku padamu berawal dari hal sepele sederhana.

Saat itu aku ingin membeli roti gandum untuk dietku lalu aku bertanya pada temanmu, “Roti gandum yang mana ya, Mas?”

Temanmu yang (sok) sibuk itu menjawab, “Oh, coba tanya Mas-nya yang itu,” jarinya menunjuk ke arahmu yang sedang fokus dengan oven panggangan kue.

Aku menuju ke arahmu. “Roti gandum yang mana Mas?” tanyaku dengan senyum sumringah.

Kamu juga sama saja. Terlihat (sok) sibuk dan menjawab, “Coba tanya Mas-nya itu,” katamu sambil menunjuk temanmu yang baru saja kutanyai.

“Tadi Mas-nya yang itu suruh nanya ke sini, sekarang Mas yang ini nyuruh lagi tanya ke Mas itu,” aku protes.

Lalu kamu tersenyum. Senyummu memberi kesan bahwa kamu begitu sabar. Kamu lalu mengambilkan kue gandum yang kumaksud. “Mau dipotong?”

“Enggak deh, langsung gini aja.”

“Oh ya udah bisa langsung ke kasir,” jawabmu sambil tersenyum. Dan seketika aku ‘meleleh’ karena senyumanmu. Demi Tuhan, kamu begitu manis! Mungkin aku bisa diabetes hanya karena lama-lama melihatmu. Kalau di FTV, mungkin di rambutku sudah terbang-terbang diberi efek angin berhembus.

Aku sedikit bengong, untungnya cepat tersadar dari adegan ‘meleleh’ karena senyumanmu,

“Oh dibawa gini aja ke kasirnya?”

“Iya, gitu aja.”

“Oh.”

Mas koki Bread T*lk yang ganteng, saat kamu membaca ini, aku nggak tau apa aku membuat kesalahan karena menuliskan ungkapan isi hati ini, karena aku pun nggak tau ada wanita yang mengisi hatimu atau tidak, kamu memiliki pacar atau tidak. Sebenarnya itu bukan perkara sih untukku. Yang jelas, aku mengagumimu secara mendalam dengan caraku sendiri. Dan sudah lama ingin mengungkapkan perasaan ini. Iya, hanya sekedar mengungkapkan. Bukan kejahatan kan? Tidak salah kan? :)

Aku tidak mampu mengungkapkan dalam lisanku. Itu begitu membuat lidahku kelu. Bahkan namamu pun aku tidak tau. Rasanya aku akan terlihat konyol bila ingin memaksakan diri berkenalan denganmu dengan cara menerobos dapur Bread T*lk lalu mengajakmu salaman yang saat itu menggunakan sarung tangan... sedang membuat adonan kue pula. Nggak mungkin... :D

Kalau kamu menyadarinya, aku selalu mencuri-curi pandang melihatmu, lalu tersenyum simpul karena kegirangan dengan sendirinya. Kamu tau? Hatiku sedang meledak dan dengan sekuat tenaga aku meredamnya. Apalagi ketika aku menatap dirimu dan matamu juga melihat ke arahku (atau mungkin temanku). Entah apa yang ada di pikiranmu saat itu tentang diriku, baik atau buruk, atau membatin aneh ketika melihatku. Yang aku tau dadaku seperti ada kembang api yang meletup-letup di dalamnya.

Ah, kamu lucu ketika sedang mengadoni kue, seperti anak kecil yang sedang membuat mainan ‘malam’ dengan wajah inosenmu. Ingin rasanya mencubit pipimu itu.

Dengan tulisan ini, aku tidak menginginkan apapun dari kamu. Aku hanya ingin kamu baca dan kamu tauuu... aku mengagumi kamu! SANGAT! Bahkan ketika kamu lupa untuk tersenyum, serius berkutat membuat adonan kue... ah, sosokmu tetap terlihat berbeda dan menawan dengan caramu sendiri, dimataku.

Entah kapan kamu akan membaca tulisan ini, yang jelas... ini aku, gadis yang tembem dan bunder dari ujung rambut sampai jempol kaki, yang mengirimimu surat...
Ini aku, yang sering memperhatikanmu diam-diam, yang berharap kamu tersenyum sedikit walaupun senyum itu untuk temanmu (karena aku ingin melihat senyummu lagi, lagi, dan lagi!), yang mencuri-curi pandang denganmu, yang... yang... yang... yang mengagumimu, dan yang mungkin akan menggunakan topeng ketika ke Bread T*lk setelah mengungkapkan isi hati lewat tulisan ini. 

Hahaha, sebenarnya aku malu :D Bagiku ini tidak lazim seperti biasanya aku. Tapi rasanya tidak tahan juga bila tidak diungkapkan.

Aku tau aku bukan siapa-siapa. Sama sekali belum tau tentang kamu malah! Aku cuma penggemar rahasia (yang tidak rahasia lagi sekarang), yang selalu mengamatimu dari jauh. Semoga kamu membacanya, semoga kamu membacanya, semoga kamu membacanya! Dengan tulisan ini, aku tidak menginginkan apapun selain pemahamanmu tentang apa yang aku maksudkan dalam surat ini. Hanya tentang pengungkapan rasa yang tidak mampu aku ucapkan secara lisan. Aku hanya ingin kamu tau, bagiku kamu dan tampang seriusmu ketika membuat adonan kue itu... mengagumkan! :)

Dini hari, pukul 3.56
Otak tak mampu mengendalikan pikiran...
Untuk tidak memikirkan senyummu yang jarang diperlihatkan itu :)


Megashofani.

Saturday, 12 May 2012

Ketidaksempurnaan, Menyempurnakanmu.

Cinta itu kamu... karena kekuranganmu gak membuat aku benci sama kamu. - Mr.Good

"Kamu gak denger kata mereka? Bahkan sekalipun mereka udah bisik-bisik, aku masih bisa denger suara temen-temen cowok kamu! Dandhy, pacarmu gendut banget! Kamu gak denger mereka bilang gitu? Aku emang terlalu gendut buat kamu!"

"Terus apa salah mereka? Selama itu gak mengubah perasaan aku ke kamu, apa yang harus kamu khawatirkan?"

"Kamu ganteng. Pasti mereka pikir, aku gak pantes buat kamu."

"Pasti? Seolah kamu bisa baca pikiran mereka aja. Aku gak peduli gimana cara berpikir mereka. Gak penting apa pendapat mereka tentang kamu. Aku juga terlalu kurus buat kamu. Mungkin di samping kamu aku kelihatan seperti lidi, orang cacingan, kekurangan gizi. Tapi aku gak mempermasalahkan itu dan tetep cinta sama kamu."

"Kamu mau bikin aku tenang apa semakin mojokin aku sih?"

"Sebenernya sih pingin bikin kamu tenang, tapi kamu sepertinya lebih merasa terpojokkan. Kamu terlalu gak percaya diri dengan apa adanya kamu. Selama keadaanmu membuat kamu nyaman, kenapa kamu harus peduli omongan orang yang gak mengenakan?"

"Kamu enak! Menjadi kurus bukan masalah. Aku?"

"Rhea, Menjadi gendut juga bukan masalah kan? Toh yang menjalani hubungan kita siapa? Kita kan? Memangnya dalam menjalin suatu hubungan gak boleh ya, yang satu gendut dan yang satu kurus? Lagipula perasaanku gak mengenal apa itu kurus, apa itu gendut. Aku juga gak setinggi seperti kriteria pria impian kamu kan?"

"Tapi seenggaknya tinggi badan kita sama."

"Apa bedanya? Toh, aku juga bukan cowok berbadan tinggi seperti yang kamu mau. Kamu kan mau yang lebih tinggi daripada kamu."

"Selama kamu gak perlu jinjit untuk mencium aku, itu cukup."

"Nah, itu poinnya. Selama kamu nyaman dengan kamu jadi diri sendiri, aku juga nyaman untuk cinta sama kamu."

"Tapi kata temen-temen kamu tadi..."

"Ya sekarang masalahnya kamu lebih ngerasa pacaran sama aku atau temen-temen aku? Kalo ngerasa pacaran sama temen-temen aku, silahkan aja pikirin terus omongan mereka."

"Ya gimana aku gak kepikiran? Temen-temen kamu aja pasti mikir, banyak cewek cantik diluar sana, Dhy. Kamu bisa dapetin mereka kalo kamu mau, selain aku."

"Tapi kalo yang aku butuhin nyaman dan itu cuma bisa aku rasain kalo sama kamu, mau apa?"

Hening. Hening sekian lama.

"Kalo masalah perbedaan mau dibuat panjang, bicarain aja sekalian status sosial keluarga kita yang bisa dibilang jauh bertolak belakang. Keluarga kamu yang berada dan keluargaku yang serba biasa aja."

"Tapi aku cinta sama kamu bukan karena latar belakangmu, Dhy."

"Iya, aku percaya. Tapi coba kamu pikir gimana tentang pandangan orang. Mungkin mereka pikir aku pacarin kamu cuma pengen manfaatin kamu yang berasal dari keluarga berada."

"Tapi kan nyatanya gak begitu? Aku yang bisa ngerasain ketulusan kamu, bukan mereka. Kalopun ada yang berpikiran seperti itu, pasti tanpa atas dasar. Aku gak peduli tentang pikiran mereka. Lagian, tanpa latar belakang aku juga bukan siapa-siapa. Kita sama-sama bukan siapa-siapa. Iya kan?"

"Nah, sekarang giliran kamu yang kekeuh meyakinkan kalo kamu gak peduli tentang mereka, gak peduli omongan orang lain. Dan aku percaya kok. Sekarang giliran kamu yang mau percaya atau gak kalo aku juga gak mikirin omongan temen-temenku tentang kamu."

Hening.

"Pahami aja, manusia gak akan pernah bisa sempurna. Tapi justru ketidaksempurnaan itu yang menyempurnakan manusia. Kalo kamu emang percaya sama perasaan aku ke kamu, next time kamu gak usah deh kebakaran jenggot kalo temen aku komentar soal hubungan kita yang terlihat bertolak belakang secara fisik."

Rhea tersenyum lalu Dandhy memeluk perlahan tubuhnya yang tambun. Pipi Rhea memerah-jambu. Kalau mereka sedang berada dalam dunia kartun, mungkin ada cahaya yang membentuk simbol hati yang melingkari mereka, dengan cupid si pemanah cinta di sampingnya.

Cinta, membuat kekurangan seolah tak ada artinya. Karena cinta tidak sebatas materi dan fisik semata, tapi tentang rasa.

PRIA yang sesungguhnya selalu membuat wanitanya merasa satu-satunya yang cantik dan seksi sekalipun sebenarnya tidak, begitupula sebaliknya.  

Orang-orang yang sedang jatuh cinta adalah orang-orang yang pandai mencintai kekurangan ;) Bukan perkara tentang aku mencintaimu karena, tapi tentang aku mencintaimu walaupun.


Love,
Megashofani.

Friday, 11 May 2012

Puisi - Tentang Rindu

Halo girls, guys, and gays! Sesorean memandangi senja, lalu aku kepikiran untuk membaca puisi. Nggak nyambung sih, tapi ya dibuat nyambung aja deh ya. Puisi ini tentang sekelumit rindu dalam hati yang kian membiru. Sebenernya ini bukan puisi baru. Tapi beberapa puisi lama yang aku olah menjadi satu-kesatuan puisi, sambung-menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Yak, biar feel nya dapet aku tambahin backsound instrumental piano dari Adele - Someone Like You. Well, gak tau sih ini termasuk musikalisasi puisi atau bukan, yang jelas... semoga menikmati~


Backsound: Adele- Someone Like You

Rinduku tak kunjung terpejam, bayanganmu tak sekalipun tenggelam
Rinduku seperti gerimis... Seperti hujan yang tak pernah datang sendirian!
Membawa tetesan air yang tak terbilang berhambur dari langit...
menghujam seperti mereka ada dendam.

Aku hanya mampu berbincang dengan kenangan,
dengan bahasa yang dimengerti oleh sepi...
memilih terpaku di sudut kamar, dipeluk erat oleh sunyi.

Aku ingin kamu tau...
Rasanya menjadi aku ketika suaramu tidak lagi sepenuhnya diperdengarkan untukku,
Ketika hatimu yang begitu aku harapkan bukan lagi milikku,
Atau… ketika aku tak berhak lagi menikmati lembut nadamu

Kamu sudah terbiasa mengendap begitu saja dalam pikiranku,
Berkeliaran! Berlarian! Dan dengan seluruh energimu...
menarik perhatianku untuk memandangi bayanganmu.
Kamu masih terkemas rapi di sana, dalam rongga pikiran,
dalam ruang yang kusebut 'kenangan'.

Rinduku mengisahkan tentang perpisahan, melukiskan rasa kehilangan 
menggambarkan penyesalan yang masih kuukir dengan cara yang sama,
dengan menjatuhkan bulir-bulir air mata.

Aku tau, seorang aku bukan lagi pilihan terakhirmu
yang kini hanya bisa mengamini doa untuk bahagiamu.
Cintaku masih begitu sederhana, tentang kamu dengannya dan aku bahagia.
Lalu berakhir dengan hati yang bermuara dalam luka.

Aku masih berharap pada Tuhan, semoga waktu sedang bercanda. 

Love,
Megashofani.

Thursday, 3 May 2012

Karena Cinta Sejati Tak Akan Berbagi

Tersiksa sebenarnya, ketika mulai terbuai dan nyaman di tempat ketiga. Dalam posisi ini, otak memahami bahwa hal ini salah, tapi hati justru semena-mena menyangkalnya. Kenapa baru tercipta 'kita', setelah kamu dengan dia?

"Kamu nggak pulang?" tanyaku sambil membelai rambutnya lembut. Jam dinding menunjukkan pukul setengah duabelas malam tapi dia masih saja berlama-lama di rumahku setelah kita bercumbu.

Kepalanya menggeleng di atas pangkuanku. Tatapannya manja. "Aku nyaman di sini. Aku nyaman di pangkuan kamu," katanya lalu membelai pipiku dengan jemarinya.

"Nanti di cariin istri kamu loh!" kemudian aku menarik hidungnya dengan gemas.

"Dia gak akan tau, sayang..."

"Tapi dia pasti curiga begitu pulang nanti sekujur badanmu tercium wangi parfumku," ujarku sambil tersenyum menggodanya.
 
Ini aku, yang tengah membelai suami orang. Aku bahagia dengan cara seperti, cara yang tak lazim yang sesungguhnya menyakitkan aku, juga tentunya istrinya kalau mengetahuinya. Aku adalah orang ketiga dalam hubungan mereka yang selalu memeluk kekasihku dalam ketakutan. Takut, karena aku tau ini begitu salah. Kutepiskan harga diri hanya untuk mendapatkan kasih dari seorang yang telah berpendamping hidup.

Ketika aku mendapatinya menelponku, mengirimiku pesan, juga mendatangi rumahku hanya untuk menyapaku sesaat kemudian pergi lagi, itu yang kusebut bahagia. Bahagia yang selalu berujung pada ketakutan. Ketakutan bahwa menyadari suatu hari harus merelakan seseorang yang terlanjur menjadi tempat aku menggantungkan perasaan.

Sekelilingku menyebutku bodoh! Tapi aku menyebutnya cinta. Mereka tak akan paham rasanya. Tak pernah. Mereka menghujatku dan aku tak peduli walaupun omongan mereka ada benarnya.

Menjadi orang ketiga adalah hal candu paling menyiksa. Aku harus memaksa diri untuk tak menghubunginya saat hati begitu rindu. Aku seperti robot yang akan menurut bila diperintah, "Jangan SMS atau telpon dulu!" demi kelangsungan hubunganku dengan dia yang aku cinta tapi telah memiliki seseorang di sampingnya. Aku hanya bisa menunggu untuk dihubungi atau ditengok sesekali. Tempat ketiga adalah tempat dimana aku tak akan punya pilihan selain hal-hal terburuk yang jelas menyakitkan diriku sendiri.

Kadang aku lelah. Aku pun ingin cinta sejati, yang tak terbagi.

Adakalanya aku begitu egois, tidak memikirkan perasaan wanita yang kini menjadi istrinya. Yang aku tau, aku bahagia dengan kebersamaanku dengannya tanpa berpikir bagaimana perasaan istrinya bila mengetahui kenyataan yang ada. Kalau dia saja merasa tak masalah, lalu apa yang harus kukhawatirkan? Karma? Ah, omong kosong!

"Sebenarnya kamu cinta gak sih, sama aku?" tanyaku sambil mengernyitkan alis.

"Kenapa nanya gitu? Kalo enggak, ngapain aku masih rutin datengin kamu?"

"Bisa jadi karna kamu lagi bosen?" tebakku lalu mengangkat bahu. "Siapa yang tau? Kamu menyangkal atau bohong aku juga gak bakal tau kan?"

"Udah deeeh, jangan mulai nebak yang nggak-nggak. Yang penting sekarang aku di sini. Iya kan?"

Aku mengangguk. Iya, yang terpenting dia sekarang ada di sini, di pangkuanku, membelai dia tanpa peduli dengan adanya hati yang menangis di luar sana.

***

Aku mengamati perkembangan istri kekasihku melalui situs jejaring facebook, lewat akun kekasihku. Istrinya menuliskan status, "Alhamdulillah, kandungan memasuki usia 9 bulan. Mama pengen cepet liat kamu sayaaang."

Aku terenyak. Istrinya hamil? Dan pacarku tidak memberitahu. Jujur saja, aku merasa iri dengan istrinya. Dia telah menjadi wanita seutuhnya, memiliki pacarku secara utuh. Dia pun telah mengandung benih dari pacarku, lalu mereka akan hidup bahagia dengan keturunan mereka. Istrinya memiliki yang tak aku miliki dari pacarku... KOMITMEN.

Memang aku siapa meminta komitmen?

Bayangan kelam lalu ditelan waktu, hanya sebagai penghibur dan penghilang bosan sesaat yang sukarela. Dalam posisi ketiga aku tidak pernah merasa bahagia yang nyata, lalu dengan ruginya pada akhir pun akan menuai karma.

Aku merasa bahagia ketika kekasihku mengunci bibirku dengan bibirnya, mencengkram tanganku kuat, memeluk tubuhku erat, tapi kebahagian itu selalu saja pergi lagi setiap kekasihku meninggalkan rumahku, hanya menyisakan jejak-jejak kakinya untukku.

Aku begitu mencintai lelaki yang kini telah memiliki pendamping hidup, tapi dalam lubuk hati yang terdalam aku juga tak mau karma menghampiri aku suatu hari nanti walaupun karma itu sendiri seringkali kusangkal adanya setengah mati. Kata orang, karma begitu menyakitkan. Apakah menuai karma lebih sakit dari menjadi orang ketiga?

***

"Kamu nggak cerita kalo istrimu hamil!" seruku dari dalam kamar.

"Emang kamu mau denger kalo aku cerita tentang istriku?!" dia pun berseru dari luar kamarku.

Aku dan pacarku kini hanya disekat oleh pintu kamarku. Kami berseteru setelah seminggu lamanya kami tak bertemu lalu aku mengutarakan keinginanku agar dia menikahiku, kemudian dia membalas ku dengan pertanyaan, "KAU GILA?!?!" dengan mata melotot terkejut.

"Sampe kapan... sampe kapan aku cuma jadi bayangan?!?!" tanyaku berteriak dari balik pintu. Aku meringkuk memeluk dua kakiku dengan tangan, tangisan membahana. "Kembali aja... sama istri dan calon anak kamu!"

"Kamu kenapa sih?!?!" suaranya menggelegar kudengar dari balik pintu. "Nggak biasanya kamu kayak gini! Kamu bukan yang aku kenal! Bukannya kamu sama sekali gak peduli sama istriku? Atau calon anakku? Sekarang kenapa malah kamu maksa-maksa aku buat kembali sama mereka, sedangkan aku kesini dateng buat kamu! Karna kamu!"

"AKU EMANG GAK PEDULI SAMA MEREKA!" teriakku, terisak. "TAPI AKU PEDULI SAMA DIRIKU SENDIRI!"

"Oh! Jadi sekarang wanita macam kamu takut sama karma?!"

"Aku pantes buat dapetin tempat LEBIH dari sekedar tempat ketiga!" jawabku.

Hening.

"Aku juga pengen bahagia... kayak kamu sama istrimu. Menikah, punya anak... Aku juga pengen punya hidup yang wajar... tentang aku menjadi yang pertama, punya cinta dan itu hanya milik berdua. Istrimu berhak dapetin cinta yang sepenuhnya. Aku rasa hubungan kita gak adil buat dia," aku melanjutkan ucapanku lirih. "Setidaknya, untuk sekali ini... aku pingin menjadi benar."

"Oke. Aku bakal pergi. Tapi kamu gak akan nemuin pria yang kamu cinta seperti kamu cinta sama aku!" dia mulai berseru lagi.

"TAPI SETIDAKNYA TIDAK LAGI MENJADI ORANG KETIGA!" aku berseru membalas suaranya. 

Kemudian aku mendengar langkahnya yang menjauh, sesaat kudengar ia men-starter mobilnya, dan melaju. Aku keluar dari kamar, kemudian duduk di shofa. Aku menangis habis-habisan. Hatiku memang hancur, tapi setidaknya jalan yang kuambil benar, untuk tidak selalu menjadi bayangan. Kebahagiaan adalah hak semua orang, bukan? Untuk menjadi yang utama, bukan orang kedua, bukan di tempat ketiga.

Semenjak saat itu aku tak pernah lagi menghubunginya, ataupun menguntit lewat facebooknya. Aku menutup buku yang menceritakan tentang aku dan dia, lalu membuka buku baru, menulis cerita baru kembali. Setidaknya, aku ingin berada di jalan yang benar. Dengan begitu, aku akan bertemu orang yang benar pula, bukan?

Untuk kamu, dia, juga mereka yang hanya menjadi bayangan bagi kekasih yang telah berpendamping hidup... percayalah, cinta sejati tak akan berbagi :')

Love,
Megashofani.