Tuesday, 29 November 2016

Halo!

HAAAAI! 

Apa kabar semuanya? Semoga baik-baik aja, ya. 

Well, semenjak melahirkan, sibuk ngurus baby, dan sibuk diet, menulis menjadi hal yang begitu langka untuk dilakukan. Bahkan, rasanya jadi kayak baru pertama kali nulis lagi. Kaku banget. 

Tapi mulai saat ini, aku akan mencoba untuk tetap konsisten menulis di sini. Kalo dulu di blog ini hanya membahas seputar perasaan cinta-cintaan, mulai saat ini aku akan mencoba membahas hal-hal lain (yang tentunya masih menjadi passionku) seperti diet dan olahraga, mungkin? Atau bahasan-bahasan yang menyangkut caraku mengasuh anak?

Ya, aku pengin banget di postingan selanjutnya membahas bagaimana aku berusaha menurunkan berat badanku sebanyak sekian puluh kilo. Dan mungkin, blog ini juga bakal jadi tempat untuk mengulas pola-pola hidup sehat yang aku jalani. Ya, intinya, aku pengin perjalananku menuju berat badan ideal kutuangkan di sini. 

Tuh, kan. Belibet nulisnya. Yah, harap maklum. So, buat kamu-kamu yang sedang berjuang mempertahankan pola hidup sehat dan sedang menurunkan berat badan, pantengin terus blog ini, yah!

Segala hal-hal baik mari dimulai HARI INI.

Wednesday, 25 May 2016

Jadi Mama Kreatif & Selalu Bahagia Di Rumah? Bisa Banget!

#BahagiaDiRumah
Masih begitu lekat dalam ingatan ketika aku dicap sebagai anak rumahan oleh teman-teman saat masih anak-anak dulu. Bagaimana tidak? Pulang sekolah, bila teman-teman mengajakku main ke pusat perbelanjaan, selalu saja aku memilih pulang dan melangkahkan kakiku dengan terburu karena ingin segera sampai rumah. Bagiku, mendapati aroma masakan Ibu berhamburan mengisi ruangan seisi rumah dan mencium punggung tangannya setelah bergulat dengan segala mata pelajaran di sekolah adalah penawar lelah paling indah!

Tidak sampai di situ. Setelah menginjak usia remaja dan duduk di bangku perkuliahan, aku lebih sering pulang ke rumah daripada menempati kost yang lebih dekat dengan tempat kuliahku. Di saat teman-temanku pamer di media sosial mengenai keasyikan mereka yang sedang mejeng di mal, aku tetap lebih senang bercengkrama bersama Ibu di rumah, menghabiskan waktu untuk bercerita tentang segala hal yang bisa membuat kami tertawa dan renungi bersama.

Bahkan sampai saat ini pun, setelah menyusul menjadi Ibu dan memiliki anak, aku selalu lebih senang untuk menghabiskan waktu di rumah. Yah, mau bagaimana lagi? Rumahku terlalu nyaman untuk ditinggalkan, sih! Duileh... Secara, cuma di rumah aku bisa menjadi diri sendiri dan memakai pakaian kebangsaan ibu-ibu alias daster dengan begitu leluasa. Cuma di rumah aku bisa membiarkan wajahku terlihat polos tanpa dipoles berbagai macam riasan. Dan tentunya cuma di rumah aku, suami, dan anak bisa bercengkrama, bebas bermanja-manjaan. Cihuy!

Nah, Moms, berikut 4 tips sederhana supaya makin seru & Bahagia Di Rumah 
ala Megashofani:

1. Bereksperimen Membuat Menu Santapan Baru
Walaupun sedikit gosong bagian atasnya, tetapi rasa gak kalah enak sama yang dijual di luaran sana, lho!
Pernah gak Moms, sering jajan cemilan atau makanan dan penasaran pengin bisa bikin sendiri? Kalau aku pernah banget, Moms! Dulu seringkali beli Zuppa Soup di kedai-kedai yang menjual aneka makanan berbahan pastry. Karena kalau beli harganya mahal, akhirnya kucoba bikin Zuppa Soup rumahan berbekal resep dari Google. Selain jadi nambah ilmu karena bisa bikin sendiri, jadi makin disayang suami karena menu masakan tambah bervariasi. Lebih hemat, lebih untung, bisa nabung. Cucok!

2. Membuat Kreasi Untuk Si Kecil
Kalau punya banyak waktu luang di rumah biasanya ngapain sih, Moms? Nonton sinetron? Ngemil-ngemil cantik sambil buka facebook? Atau tidur siang selagi si kecil sekolah? Daripada bengong, mending membuat kerajinan tangan untuk si kecil yuk, Moms! Misalnya buat boneka dari flanel, atau topi rajut, atau tempat pensil dari tusuk es krim. Selain mengasah kreatifitas, tentunya si kecil bakal senang mendapat kerajinan tangan pemberian Mommy. Dijamin deh, senyuman kagum si kecil melihat kerajinan tangan Mommy bikin klepek-klepek hati. Nah, kalau aku nih, Moms, pernah membuat kreasi kaos lukis seperti gambar di atas untuk si kecil kesayanganku. Begitu kaosnya dipake, bikin mata dan hatiku jadi berbinar-binar karena si kecil juga senang pakainya. Hehehe...

3. Mencoba Tutorial Make-Up
Kalo pede boleh lho, Moms, kondangan dengan make-up begini. Hihihi. Dijamin deh jadi pusat perhatian!
Kadang bingung juga kalau semua pekerjaan rumah sudah beres dan tidak ada yang dikerjakan lagi selain duduk-duduk cantik di beranda rumah. Ditambah si kecil tidur siang dengan pulasnya. Kalau punya alat make-up lumayan lengkap, bisa juga Moms mencoba tutorial merias wajah dari youtube. Lumayan kan buat persiapan kondangan mendatang? Kalau aku sih kurang suka dandan berlebihan, Moms. Pernah coba dandan dan sekalinya dandan malah mirip vampir tahun 90-an. Hihihi. Oya, kalau praktek merias wajahnya sudah selesai jangan lupa selfie, ya! Siiip...

4. Mendekorasi Dinding Rumah
Bosan dengan dinding yang terlihat sepi dan polos tanpa hiasan? Mari tempeli wall-sticker, Moms! Jangan lupa ajak juga si kecil menempelkannya. Supaya wall-sticker Mommy gak membosankan untuk dilihat, pilih yang bisa ditempeli foto ya, Moms, seperti wall-sticker yang kutempel di dindingku seperti gambar di atas. Pilih foto dengan momen-momen berkesan untuk ditempel. Jadi ketika menengok ke sisi dinding tersebut, keinget terus deh, momen manisnya.

Well, itu tadi secuplik cerita dan tips seru ala Megashofani seputar bahagia di rumah. Nah, Moms, punya cerita atau tips lain supaya selalu bahagia di rumah? Yuk, share di kolom komentar! 

Ciao!

Wednesday, 11 March 2015

Ups! Jadi Selingkuhan?

Jadi selingkuhan? Hayooo, siapa di antara kalian yang pernah menempati posisi yang nista ini? Gak usah malu, aku sendiri bakal ngacung kok, kalo ditanya siapa yang pernah jadi selingkuhan. Eits, tapi baca dulu tulisan di bawah ini, biar pada gak mikir aneh-aneh.

Siapa sih, mereka para tukang selingkuh? Yang jelas, bisa dibilang selingkuh kalo manusia tersebut memiliki pasangan. Jadi buat mbak dan mas jomblo, bacaan ini mungkin bakal kalian abaikan. Tapi buat sedikit pelajaran juga oke aja. Gak ngerti juga apa motivasi orang selingkuh atau jadi selingkuhan. Selama sudah menikah ini sih, alhamdulillah gak pernah selingkuh dari pasangan. Tapi waktu masih jomblo, diiringi mental yang gak mutu terus malah jadi selingkuhan orang, emang pernah. PERNAH lho, ya. Mohon dipahami baik-baik. 

Eh tapi, jadi selingkuhan itu bukannya gak enak yah? Soalnya pengalaman jadi selingkuhan, itu nyesek banget. Ketemu jarang, bisa komunikasi kalo pas doi lagi gak sama pasangannya, merasa bersalah, merasa berdosa, udah gitu kalo ketahuan... Bom nuklir meledaklah di udara. Belom lagi kalo hasil dari perselingkuhan itu membuat keharmonisan rumah tangga orang lain jadi berantakan. Naudzubillah. Panen dosa, tuh :) EH TAPI TERNYATA... Hari gini masih ada aja yang doyan selingkuh. Gak laki, gak perempuan, gak tua, gak muda, gak yang pacaran, bahkan udah berkeluarga... Ckckck.

Emang apa sih, untungnya selingkuh? GAK ADA. Cuma nambah-nambahin dosa aja. Apalagi kalo selingkuhnya pas udah berkeluarga. Gak ada untungnya selain bikin hati pasangan kalian terluka dan membuat harga diri kalian hancur berserakan dimana-mana. Selingkuh hanya akan menjatuhkan kehormatan kalian masing-masing, para pelakunya. "Tapi selingkuh itu menyenangkan, kok!" Iya, awalnya... Tapi percayalah wahai wanita dan pria yang kupercaya kalian baik hatinya, itu hanya kesenangan sementara. Bahkan kesenangan yang umurnya gak lebih panjang dari binatang laron. Karena setelah itu, yang akan kalian temukan hanyalah perasaan bersalah. Kalopun tidak bisa merasa bersalah, coba mendekatkan diri sama Yang Punya Hidup. Mungkin hatimu sakit jiwwwak. Jadi apa untungnya selingkuh? Udah bikin nyesek diri sendiri, bikin nyesek orang lain, boros di ongkos komunikasi juga keles.

Kenapa sih harus selingkuh? Buat yang sudah menikah, Sesungguhnya apa yang kamu inginkan dari orang lain yang bukan milikmu, semua ada pada pasanganmu. Pinter-pinternya kamu bersyukur aja. Buat yang belum menikah, ngapain selingkuh? Kalo emang udah gak cinta, ya putus aja sama yang pertama! Karena kalo kamu cinta yang pertama, di hatimu gak bakal mungkin ada yang kedua, ketiga, dan lain-lain. Karena seburuk apapun problem yang kamu hadapi, selingkuh tidak pernah menjadi jalan keluar yang baik. Jadilah dewasa dan berkelas dengan tidak memilih selingkuh sebagai keputusan atas kebosanan dan kejenuhan.

Menurut aku, selingkuh itu cuma kerjaannya orang yang gak punya kegiatan positif untuk dilakukan. Mereka para pelaku perselingkuhan hanya gak punya kegiatan yang lebih baik untuk menjadikan diri mereka lebih berkualitas. Tau gak kenapa dulu aku insap jadi selingkuhan? Karena aku merasa diriku gak serendah itu. Aku gak semurah dan senista itu. Kenapa harus selingkuh kalau mampu mencari pasangan sendiri, bukan begitu? Selingkuh itu murah harganya, karena semua orang bisa ngelakuinnya. Mau mencoba yang lebih menantang dari selingkuh? Setialah. Sudah pasti bisa? Coba buktiin.

"Gue gak salah, orang bukan gue yang ngajak selingkuh! Dia yang salah." Mau siapa atau siapa yang ngajak selingkuh duluan, bukan perkara penting lagi. Masing-masing individu menghendaki perselingkuhan tersebut terjadi saja, itu sudah menjadi kesalahan keduanya. Anjing aja bisa setia? Masa kamu enggak? Gak mau kan dikatain harga dirinya lebih rendah dari anjing? Makanya jangan selingkuh.

Kenapa Mega nulis beginian? Hehe, lagi inget dosa lama. Gak pengen aja ada temen-temen yang ganteng dan cantik di sini mengulangi dosa yang sama juga. Udahlah, gimanapun jadi anak baek-baek lebih adem di hati. Kebiasaan yang baik bakal menciptakan pribadi yang baik. Kebiasaan ugal-ugalan bakal menciptakan pribadi yang ugal-ugalan juga. Dan lagi, Tuhan gak tidur. Karma selalu melaksanakan tugasnya atas kehendakNya. Inget-inget, noh.

Pokoknya, percaya sama aku. Kamu. Tidak. Serendah. Itu.