Sunday, 26 February 2017

Diselingkuhi Memang Pedih! 6 Tips Ini Bakal Mengantarkanmu ke Gerbang “Move On” Dari Si Dia

Tentu masih lekat dalam ingatan di kala ia mendua. Bukan hanya rasa kecewa dan perih di hati tak terkira, melainkan juga merasa tak berharga. Sudah segenap hati mencintainya, setia merapal namanya dalam doa, eh ternyata dia masih merasa belum cukup juga jika hanya ada kamu di hatinya. Pedih? Jangan ditanya...

Siapapun mungkin tak pernah menginginkan jika cintanya dibagi dua. Namun jika itu terjadi, yang bisa dilakukan hanyalah kembali memunguti kepingan hati yang mau tak mau harus disatukan kembali. Mengalami putus cinta bukan berarti kamu juga putus harapan selamanya. Oleh karena itu, kamu harus kembali bangkit dari keterpurukan yang diakibatkan oleh rasa kecewa dan ‘balas dendam’ dengan cara yang paling elegan.

Gara-gara diselingkuhi kemudian kamu galau berderaian air mata, mengutuki si dia dan selingkuhannya sepanjang hari, kemudian curhat melulu tentang kesedihanmu dia di sosmed? Itu sudah kuno! Kamu harus melalui rasa sakit hatimu dengan hal-hal berkualitas agar move on-mu bukan sembarang move on, karena kita terlalu berharga untuk menangisinya yang telah mendua. So, berikut 6 tips yang bakal bikin proses move on-mu makin seru:

1. Mendekatkan Diri KepadaNya
Adakalanya kita sering lupa jika anugerah bernama Cinta adalah pemberian dariNya. Siapa yang ketika dihubungi si dia langsung sigap secepat kilat, tetapi ketika waktu ibadah tiba mengumpulkan niat saja terasa berat? Ketika kita mulai lupa padaNya dan hanya membumbung tinggi rasa cinta kita kepada si dia, ya jangan heran jika Yang Maha Pemilik Segala Rasa tak segan-segan mengambil kembali rasa cinta itu darimu. Jadi, ketika cinta hilang dari kehidupanmu, kamu sudah tahu kan berharap pada siapa hatimu seharusnya? Tentu kepadaNya, di mana segala cinta abadi berada.

2. Mempererat Diri Kepada Keluarga
Bukan tak mungkin saat kamu masih dengan si dia kamu selalu sibuk dengan urusan percintaanmu sendiri dengannya. Sampai-sampai kamu tak peduli saat Ibu minta sedikit waktu hanya untuk mendengarkan ceritanya tentang tingkah lucu adikmu. Atau juga kamu merasa begitu terganggu saat Ayah memintamu membuatkan teh panas kesukaannya karena Ibu sedang tak di rumah. Iya, kamu jadi mengabaikan keluargamu sendiri. Tetapi ajaibnya, di saat kamu sedih dan kecewa begini, justru mereka yang selalu ada untukmu. Maka, gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk bercengkrama bersama mereka, keluarga tercinta.

3. Menggali Potensi Diri Sendiri
Urusan asmara di hari-hari yang lalu sungguh menyita waktumu untuk bercengkrama dengan diri sendiri. Nah, inilah saat yang tepat untuk menggali potensimu. Dari pada curhat tak bermutu di media sosial, ada baiknya kamu mendalami hobi agar siapa tahu kelak kamu menjadi inspirasi. So, tunggu apa lagi? Ini waktunya mengeksplorasi diri sendiri dan mencapai prestasi. Suka menulis? Kirim tulisan ke penerbit. Suka menyanyi? Bisa unggah ke media khusus untuk musik dan video. Selain hobi terpendam tersalurkan, siapa tahu kamu bisa terkenal. Asyik, kan?

4. Memperbaiki Diri Menjadi Lebih Baik Lagi
Terlalu fokus mencintai si dia membuat kamu lupa bagaimana cara mencintai dirimu sendiri. Kamu sampai tidak menyadari bahwa kamu sudah tidak semenarik dulu lagi. Tidak ada salahnya kamu tetap ingin diterima apa adanya dengan dirimu yang sekarang ini. Tetapi bukan lantas seadanya juga, dong! Mulai rutin berolahraga adalah pilihan yang tepat untuk mengisi daftar kegiatan harianmu mulai saat ini, karena menjaga penampilan dan kesehatan adalah wujud dari rasa cinta terhadap diri sendiri dengan cara paling sederhana. Kalau kamu saja tidak mencintai dirimu, bagaimana orang lain?

5. Menghubungi Sahabat Yang Sempat Terlupakan
Kalau sedang putus cinta, pundak sahabat selalu dicari. Giliran punya pacar, sahabat ditinggal lagi. Jangan gengsi untuk menghubungi sahabat-sahabat terdekat yang dulu selalu ada bersamamu kala berbagi cerita suka-duka. Memang sih, sudah pasti sahabat kita kepalang kesal karena hanya didatangi saat kita butuh bercerita tentang putus cinta. Tetapi kalau sahabatmu sebaik itu, walau kemarin kamu sempat melupakannya, saat ini jika kamu membutuhkannya dia akan tetap ada. Eits, tapi nanti jangan dilupakan lagi, ya!

6. Memberi Waktu Untuk Hati dan Diri Sendiri
Memberi waktu kepada hati untuk memaafkan yang telah terjadi adalah obat yang terbaik bagi diri sendiri. Dengan seiring berjalannya waktu, hati akan menemukan keikhlasan untuk merelakan yang telah berlalu. Tersenyumlah dan nikmati semua proses yang akan mempertemukan hati kita pada rasa syukur karena di masa lalu telah dipisahkan dari orang yang tak bisa menghargai perasaan.

Nah, kalo kamu sukses melakukan 6 tips di atas, jangan heran kalau dia yang mendua dan meninggalkan luka justru malah terkesan denganmu. Bukannya sedih habis diselingkuhi... eh, kamu malah jadi makin kece! Cieee, bisa-bisa si doi gemes tuh pengin balikan. Sayangnya, ketika itu terjadi hatimu sudah tidak untuknya lagi, karena bagimu dia hanya seonggok masa lalu yang sudah mendewasakanmu.

So guys, lekas tersenyum dan jangan lupa bahagia!

Salam,
Megashofani.

Wednesday, 25 May 2016

Jadi Mama Kreatif & Selalu Bahagia Di Rumah? Bisa Banget!

#BahagiaDiRumah
Masih begitu lekat dalam ingatan ketika aku dicap sebagai anak rumahan oleh teman-teman saat masih anak-anak dulu. Bagaimana tidak? Pulang sekolah, bila teman-teman mengajakku main ke pusat perbelanjaan, selalu saja aku memilih pulang dan melangkahkan kakiku dengan terburu karena ingin segera sampai rumah. Bagiku, mendapati aroma masakan Ibu berhamburan mengisi ruangan seisi rumah dan mencium punggung tangannya setelah bergulat dengan segala mata pelajaran di sekolah adalah penawar lelah paling indah!

Tidak sampai di situ. Setelah menginjak usia remaja dan duduk di bangku perkuliahan, aku lebih sering pulang ke rumah daripada menempati kost yang lebih dekat dengan tempat kuliahku. Di saat teman-temanku pamer di media sosial mengenai keasyikan mereka yang sedang mejeng di mal, aku tetap lebih senang bercengkrama bersama Ibu di rumah, menghabiskan waktu untuk bercerita tentang segala hal yang bisa membuat kami tertawa dan renungi bersama.

Bahkan sampai saat ini pun, setelah menyusul menjadi Ibu dan memiliki anak, aku selalu lebih senang untuk menghabiskan waktu di rumah. Yah, mau bagaimana lagi? Rumahku terlalu nyaman untuk ditinggalkan, sih! Duileh... Secara, cuma di rumah aku bisa menjadi diri sendiri dan memakai pakaian kebangsaan ibu-ibu alias daster dengan begitu leluasa. Cuma di rumah aku bisa membiarkan wajahku terlihat polos tanpa dipoles berbagai macam riasan. Dan tentunya cuma di rumah aku, suami, dan anak bisa bercengkrama, bebas bermanja-manjaan. Cihuy!

Nah, Moms, berikut 4 tips sederhana supaya makin seru & Bahagia Di Rumah 
ala Megashofani:

1. Bereksperimen Membuat Menu Santapan Baru
Walaupun sedikit gosong bagian atasnya, tetapi rasa gak kalah enak sama yang dijual di luaran sana, lho!
Pernah gak Moms, sering jajan cemilan atau makanan dan penasaran pengin bisa bikin sendiri? Kalau aku pernah banget, Moms! Dulu seringkali beli Zuppa Soup di kedai-kedai yang menjual aneka makanan berbahan pastry. Karena kalau beli harganya mahal, akhirnya kucoba bikin Zuppa Soup rumahan berbekal resep dari Google. Selain jadi nambah ilmu karena bisa bikin sendiri, jadi makin disayang suami karena menu masakan tambah bervariasi. Lebih hemat, lebih untung, bisa nabung. Cucok!

2. Membuat Kreasi Untuk Si Kecil
Kalau punya banyak waktu luang di rumah biasanya ngapain sih, Moms? Nonton sinetron? Ngemil-ngemil cantik sambil buka facebook? Atau tidur siang selagi si kecil sekolah? Daripada bengong, mending membuat kerajinan tangan untuk si kecil yuk, Moms! Misalnya buat boneka dari flanel, atau topi rajut, atau tempat pensil dari tusuk es krim. Selain mengasah kreatifitas, tentunya si kecil bakal senang mendapat kerajinan tangan pemberian Mommy. Dijamin deh, senyuman kagum si kecil melihat kerajinan tangan Mommy bikin klepek-klepek hati. Nah, kalau aku nih, Moms, pernah membuat kreasi kaos lukis seperti gambar di atas untuk si kecil kesayanganku. Begitu kaosnya dipake, bikin mata dan hatiku jadi berbinar-binar karena si kecil juga senang pakainya. Hehehe...

3. Mencoba Tutorial Make-Up
Kalo pede boleh lho, Moms, kondangan dengan make-up begini. Hihihi. Dijamin deh jadi pusat perhatian!
Kadang bingung juga kalau semua pekerjaan rumah sudah beres dan tidak ada yang dikerjakan lagi selain duduk-duduk cantik di beranda rumah. Ditambah si kecil tidur siang dengan pulasnya. Kalau punya alat make-up lumayan lengkap, bisa juga Moms mencoba tutorial merias wajah dari youtube. Lumayan kan buat persiapan kondangan mendatang? Kalau aku sih kurang suka dandan berlebihan, Moms. Pernah coba dandan dan sekalinya dandan malah mirip vampir tahun 90-an. Hihihi. Oya, kalau praktek merias wajahnya sudah selesai jangan lupa selfie, ya! Siiip...

4. Mendekorasi Dinding Rumah
Bosan dengan dinding yang terlihat sepi dan polos tanpa hiasan? Mari tempeli wall-sticker, Moms! Jangan lupa ajak juga si kecil menempelkannya. Supaya wall-sticker Mommy gak membosankan untuk dilihat, pilih yang bisa ditempeli foto ya, Moms, seperti wall-sticker yang kutempel di dindingku seperti gambar di atas. Pilih foto dengan momen-momen berkesan untuk ditempel. Jadi ketika menengok ke sisi dinding tersebut, keinget terus deh, momen manisnya.

Well, itu tadi secuplik cerita dan tips seru ala Megashofani seputar bahagia di rumah. Nah, Moms, punya cerita atau tips lain supaya selalu bahagia di rumah? Yuk, share di kolom komentar! 

Ciao!

Wednesday, 11 March 2015

Ups! Jadi Selingkuhan?

Jadi selingkuhan? Hayooo, siapa di antara kalian yang pernah menempati posisi yang nista ini? Gak usah malu, aku sendiri bakal ngacung kok, kalo ditanya siapa yang pernah jadi selingkuhan. Eits, tapi baca dulu tulisan di bawah ini, biar pada gak mikir aneh-aneh.

Siapa sih, mereka para tukang selingkuh? Yang jelas, bisa dibilang selingkuh kalo manusia tersebut memiliki pasangan. Jadi buat mbak dan mas jomblo, bacaan ini mungkin bakal kalian abaikan. Tapi buat sedikit pelajaran juga oke aja. Gak ngerti juga apa motivasi orang selingkuh atau jadi selingkuhan. Selama sudah menikah ini sih, alhamdulillah gak pernah selingkuh dari pasangan. Tapi waktu masih jomblo, diiringi mental yang gak mutu terus malah jadi selingkuhan orang, emang pernah. PERNAH lho, ya. Mohon dipahami baik-baik. 

Eh tapi, jadi selingkuhan itu bukannya gak enak yah? Soalnya pengalaman jadi selingkuhan, itu nyesek banget. Ketemu jarang, bisa komunikasi kalo pas doi lagi gak sama pasangannya, merasa bersalah, merasa berdosa, udah gitu kalo ketahuan... Bom nuklir meledaklah di udara. Belom lagi kalo hasil dari perselingkuhan itu membuat keharmonisan rumah tangga orang lain jadi berantakan. Naudzubillah. Panen dosa, tuh :) EH TAPI TERNYATA... Hari gini masih ada aja yang doyan selingkuh. Gak laki, gak perempuan, gak tua, gak muda, gak yang pacaran, bahkan udah berkeluarga... Ckckck.

Emang apa sih, untungnya selingkuh? GAK ADA. Cuma nambah-nambahin dosa aja. Apalagi kalo selingkuhnya pas udah berkeluarga. Gak ada untungnya selain bikin hati pasangan kalian terluka dan membuat harga diri kalian hancur berserakan dimana-mana. Selingkuh hanya akan menjatuhkan kehormatan kalian masing-masing, para pelakunya. "Tapi selingkuh itu menyenangkan, kok!" Iya, awalnya... Tapi percayalah wahai wanita dan pria yang kupercaya kalian baik hatinya, itu hanya kesenangan sementara. Bahkan kesenangan yang umurnya gak lebih panjang dari binatang laron. Karena setelah itu, yang akan kalian temukan hanyalah perasaan bersalah. Kalopun tidak bisa merasa bersalah, coba mendekatkan diri sama Yang Punya Hidup. Mungkin hatimu sakit jiwwwak. Jadi apa untungnya selingkuh? Udah bikin nyesek diri sendiri, bikin nyesek orang lain, boros di ongkos komunikasi juga keles.

Kenapa sih harus selingkuh? Buat yang sudah menikah, Sesungguhnya apa yang kamu inginkan dari orang lain yang bukan milikmu, semua ada pada pasanganmu. Pinter-pinternya kamu bersyukur aja. Buat yang belum menikah, ngapain selingkuh? Kalo emang udah gak cinta, ya putus aja sama yang pertama! Karena kalo kamu cinta yang pertama, di hatimu gak bakal mungkin ada yang kedua, ketiga, dan lain-lain. Karena seburuk apapun problem yang kamu hadapi, selingkuh tidak pernah menjadi jalan keluar yang baik. Jadilah dewasa dan berkelas dengan tidak memilih selingkuh sebagai keputusan atas kebosanan dan kejenuhan.

Menurut aku, selingkuh itu cuma kerjaannya orang yang gak punya kegiatan positif untuk dilakukan. Mereka para pelaku perselingkuhan hanya gak punya kegiatan yang lebih baik untuk menjadikan diri mereka lebih berkualitas. Tau gak kenapa dulu aku insap jadi selingkuhan? Karena aku merasa diriku gak serendah itu. Aku gak semurah dan senista itu. Kenapa harus selingkuh kalau mampu mencari pasangan sendiri, bukan begitu? Selingkuh itu murah harganya, karena semua orang bisa ngelakuinnya. Mau mencoba yang lebih menantang dari selingkuh? Setialah. Sudah pasti bisa? Coba buktiin.

"Gue gak salah, orang bukan gue yang ngajak selingkuh! Dia yang salah." Mau siapa atau siapa yang ngajak selingkuh duluan, bukan perkara penting lagi. Masing-masing individu menghendaki perselingkuhan tersebut terjadi saja, itu sudah menjadi kesalahan keduanya. Anjing aja bisa setia? Masa kamu enggak? Gak mau kan dikatain harga dirinya lebih rendah dari anjing? Makanya jangan selingkuh.

Kenapa Mega nulis beginian? Hehe, lagi inget dosa lama. Gak pengen aja ada temen-temen yang ganteng dan cantik di sini mengulangi dosa yang sama juga. Udahlah, gimanapun jadi anak baek-baek lebih adem di hati. Kebiasaan yang baik bakal menciptakan pribadi yang baik. Kebiasaan ugal-ugalan bakal menciptakan pribadi yang ugal-ugalan juga. Dan lagi, Tuhan gak tidur. Karma selalu melaksanakan tugasnya atas kehendakNya. Inget-inget, noh.

Pokoknya, percaya sama aku. Kamu. Tidak. Serendah. Itu.