Walaupun langkahku pelan, kupastikan aku tidak berjalan mundur :)

Wednesday, 25 May 2016

Jadi Mama Kreatif & Selalu #BahagiaDiRumah? Bisa Banget!

#BahagiaDiRumah
Masih begitu lekat dalam ingatan ketika aku dicap sebagai anak rumahan oleh teman-teman saat masih anak-anak dulu. Bagaimana tidak? Pulang sekolah, bila teman-teman mengajakku main ke pusat perbelanjaan, selalu saja aku memilih pulang dan melangkahkan kakiku dengan terburu karena ingin segera sampai rumah. Bagiku, mendapati aroma masakan Ibu berhamburan mengisi ruangan seisi rumah dan mencium punggung tangannya setelah bergulat dengan segala mata pelajaran di sekolah adalah penawar lelah paling indah!

Tidak sampai di situ. Setelah menginjak usia remaja dan duduk di bangku perkuliahan, aku lebih sering pulang ke rumah daripada menempati kost yang lebih dekat dengan tempat kuliahku. Di saat teman-temanku pamer di media sosial mengenai keasyikan mereka yang sedang mejeng di mal, aku tetap lebih senang bercengkrama bersama Ibu di rumah, menghabiskan waktu untuk bercerita tentang segala hal yang bisa membuat kami tertawa dan renungi bersama.

Bahkan sampai saat ini pun, setelah menyusul menjadi Ibu dan memiliki anak, aku selalu lebih senang untuk menghabiskan waktu di rumah. Yah, mau bagaimana lagi? Rumahku terlalu nyaman untuk ditinggalkan, sih! Duileh... Secara, cuma di rumah aku bisa menjadi diri sendiri dan memakai pakaian kebangsaan ibu-ibu alias daster dengan begitu leluasa. Cuma di rumah aku bisa membiarkan wajahku terlihat polos tanpa dipoles berbagai macam riasan. Dan tentunya cuma di rumah aku, suami, dan anak bisa bercengkrama, bebas bermanja-manjaan. Cihuy!

Nah, Moms, berikut 5 tips sederhana supaya makin seru & #BahagiaDiRumah 
ala Megashofani:

1. Bereksperimen Membuat Menu Santapan Baru
Walaupun sedikit gosong bagian atasnya, tetapi rasa gak kalah enak sama yang dijual di luaran sana, lho!
Pernah gak Moms, sering jajan cemilan atau makanan dan penasaran pengin bisa bikin sendiri? Kalau aku pernah banget, Moms! Dulu seringkali beli Zuppa Soup di kedai-kedai yang menjual aneka makanan berbahan pastry. Karena kalau beli harganya mahal, akhirnya kucoba bikin Zuppa Soup rumahan berbekal resep dari Google. Selain jadi nambah ilmu karena bisa bikin sendiri, jadi makin disayang suami karena menu masakan tambah bervariasi. Lebih hemat, lebih untung, bisa nabung. Cucok!

2. Membuat Kreasi Untuk Si Kecil
Kalau punya banyak waktu luang di rumah biasanya ngapain sih, Moms? Nonton sinetron? Ngemil-ngemil cantik sambil buka facebook? Atau tidur siang selagi si kecil sekolah? Daripada bengong, mending membuat kerajinan tangan untuk si kecil yuk, Moms! Misalnya buat boneka dari flanel, atau topi rajut, atau tempat pensil dari tusuk es krim. Selain mengasah kreatifitas, tentunya si kecil bakal senang mendapat kerajinan tangan pemberian Mommy. Dijamin deh, senyuman kagum si kecil melihat kerajinan tangan Mommy bikin klepek-klepek hati. Nah, kalau aku nih, Moms, pernah membuat kreasi kaos lukis seperti gambar di atas untuk si kecil kesayanganku. Begitu kaosnya dipake, bikin mata dan hatiku jadi berbinar-binar karena si kecil juga senang pakainya. Hehehe...

3. Mencoba Tutorial Make-Up
Kalo pede boleh lho, Moms, kondangan dengan make-up begini. Hihihi. Dijamin deh jadi pusat perhatian!
Kadang bingung juga kalau semua pekerjaan rumah sudah beres dan tidak ada yang dikerjakan lagi selain duduk-duduk cantik di beranda rumah. Ditambah si kecil tidur siang dengan pulasnya. Kalau punya alat make-up lumayan lengkap, bisa juga Moms mencoba tutorial merias wajah dari youtube. Lumayan kan buat persiapan kondangan mendatang? Kalau aku sih kurang suka dandan berlebihan, Moms. Pernah coba dandan dan sekalinya dandan malah mirip vampir tahun 90-an. Hihihi. Oya, kalau praktek merias wajahnya sudah selesai jangan lupa selfie, ya! Siiip...

4. Mendekorasi Dinding Rumah
Bosan dengan dinding yang terlihat sepi dan polos tanpa hiasan? Mari tempeli wall-sticker, Moms! Jangan lupa ajak juga si kecil menempelkannya. Supaya wall-sticker Mommy gak membosankan untuk dilihat, pilih yang bisa ditempeli foto ya, Moms, seperti wall-sticker yang kutempel di dindingku seperti gambar di atas. Pilih foto dengan momen-momen berkesan untuk ditempel. Jadi ketika menengok ke sisi dinding tersebut, keinget terus deh, momen manisnya.

5. Membaca Tabloid. Tabloid NOVA, tentunya!
Itu matanya melek lho, serius!
Selain menambah wawasan, membaca juga membuat pikiran kita segar lho, Moms! Seperti aku yang setelah makan siang selalu asyik menghabiskan waktu untuk membaca Tabloid NOVA sambil menyesap teh melati hangat di ruang tamu. Keeksisan Tabloid NOVA memang tidak tergerus oleh zaman. Terbukti, bahkan sejak generasi Ibu, Tabloid NOVA selalu kami minati. Bahkan, saat ini Tabloid Nova sudah menginjak usia 28 tahun, lho! Happy NOVAVERSARY, tabloid kesayangan! Semoga Tabloid NOVA semakin menginspirasi dan melengkapi kebahagian kami, para Mommy.

Well, itu tadi secuplik cerita dan tips seru ala Megashofani seputar bahagia di rumah. Nah, Moms, punya cerita atau tips lain supaya selalu bahagia di rumah? Yuk, share di kolom komentar! 

Ciao!

Wednesday, 11 March 2015

Ups! Jadi Selingkuhan?

Jadi selingkuhan? Hayooo, siapa di antara kalian yang pernah menempati posisi yang nista ini? Gak usah malu, aku sendiri bakal ngacung kok, kalo ditanya siapa yang pernah jadi selingkuhan. Eits, tapi baca dulu tulisan di bawah ini, biar pada gak mikir aneh-aneh.

Siapa sih, mereka para tukang selingkuh? Yang jelas, bisa dibilang selingkuh kalo manusia tersebut memiliki pasangan. Jadi buat mbak dan mas jomblo, bacaan ini mungkin bakal kalian abaikan. Tapi buat sedikit pelajaran juga oke aja. Gak ngerti juga apa motivasi orang selingkuh atau jadi selingkuhan. Selama sudah menikah ini sih, alhamdulillah gak pernah selingkuh dari pasangan. Tapi waktu masih jomblo, diiringi mental yang gak mutu terus malah jadi selingkuhan orang, emang pernah. PERNAH lho, ya. Mohon dipahami baik-baik. 

Eh tapi, jadi selingkuhan itu bukannya gak enak yah? Soalnya pengalaman jadi selingkuhan, itu nyesek banget. Ketemu jarang, bisa komunikasi kalo pas doi lagi gak sama pasangannya, merasa bersalah, merasa berdosa, udah gitu kalo ketahuan... Bom nuklir meledaklah di udara. Belom lagi kalo hasil dari perselingkuhan itu membuat keharmonisan rumah tangga orang lain jadi berantakan. Naudzubillah. Panen dosa, tuh :) EH TAPI TERNYATA... Hari gini masih ada aja yang doyan selingkuh. Gak laki, gak perempuan, gak tua, gak muda, gak yang pacaran, bahkan udah berkeluarga... Ckckck.

Emang apa sih, untungnya selingkuh? GAK ADA. Cuma nambah-nambahin dosa aja. Apalagi kalo selingkuhnya pas udah berkeluarga. Gak ada untungnya selain bikin hati pasangan kalian terluka dan membuat harga diri kalian hancur berserakan dimana-mana. Selingkuh hanya akan menjatuhkan kehormatan kalian masing-masing, para pelakunya. "Tapi selingkuh itu menyenangkan, kok!" Iya, awalnya... Tapi percayalah wahai wanita dan pria yang kupercaya kalian baik hatinya, itu hanya kesenangan sementara. Bahkan kesenangan yang umurnya gak lebih panjang dari binatang laron. Karena setelah itu, yang akan kalian temukan hanyalah perasaan bersalah. Kalopun tidak bisa merasa bersalah, coba mendekatkan diri sama Yang Punya Hidup. Mungkin hatimu sakit jiwwwak. Jadi apa untungnya selingkuh? Udah bikin nyesek diri sendiri, bikin nyesek orang lain, boros di ongkos komunikasi juga keles.

Kenapa sih harus selingkuh? Buat yang sudah menikah, Sesungguhnya apa yang kamu inginkan dari orang lain yang bukan milikmu, semua ada pada pasanganmu. Pinter-pinternya kamu bersyukur aja. Buat yang belum menikah, ngapain selingkuh? Kalo emang udah gak cinta, ya putus aja sama yang pertama! Karena kalo kamu cinta yang pertama, di hatimu gak bakal mungkin ada yang kedua, ketiga, dan lain-lain. Karena seburuk apapun problem yang kamu hadapi, selingkuh tidak pernah menjadi jalan keluar yang baik. Jadilah dewasa dan berkelas dengan tidak memilih selingkuh sebagai keputusan atas kebosanan dan kejenuhan.

Menurut aku, selingkuh itu cuma kerjaannya orang yang gak punya kegiatan positif untuk dilakukan. Mereka para pelaku perselingkuhan hanya gak punya kegiatan yang lebih baik untuk menjadikan diri mereka lebih berkualitas. Tau gak kenapa dulu aku insap jadi selingkuhan? Karena aku merasa diriku gak serendah itu. Aku gak semurah dan senista itu. Kenapa harus selingkuh kalau mampu mencari pasangan sendiri, bukan begitu? Selingkuh itu murah harganya, karena semua orang bisa ngelakuinnya. Mau mencoba yang lebih menantang dari selingkuh? Setialah. Sudah pasti bisa? Coba buktiin.

"Gue gak salah, orang bukan gue yang ngajak selingkuh! Dia yang salah." Mau siapa atau siapa yang ngajak selingkuh duluan, bukan perkara penting lagi. Masing-masing individu menghendaki perselingkuhan tersebut terjadi saja, itu sudah menjadi kesalahan keduanya. Anjing aja bisa setia? Masa kamu enggak? Gak mau kan dikatain harga dirinya lebih rendah dari anjing? Makanya jangan selingkuh.

Kenapa Mega nulis beginian? Hehe, lagi inget dosa lama. Gak pengen aja ada temen-temen yang ganteng dan cantik di sini mengulangi dosa yang sama juga. Udahlah, gimanapun jadi anak baek-baek lebih adem di hati. Kebiasaan yang baik bakal menciptakan pribadi yang baik. Kebiasaan ugal-ugalan bakal menciptakan pribadi yang ugal-ugalan juga. Dan lagi, Tuhan gak tidur. Karma selalu melaksanakan tugasnya atas kehendakNya. Inget-inget, noh.

Pokoknya, percaya sama aku. Kamu. Tidak. Serendah. Itu.

Saturday, 16 August 2014

Rasa Syukur di Bawah Atap YPAB

Pernah gak kamu bersyukur karena ternyata kamu telah dibesarkan oleh ibu kandungmu sendiri? Minum ASI ibumu, merasakan nikmat belaian ibumu, berpikir bahwa betapa beruntungnya kamu karena ternyata ada bayi-bayi yang kurang beruntung di luar sana, yang dibuang oleh orangtuanya, tidak diinginkan orangtuanya, sedangkan bayi-bayi itu sendiri sesungguhnya tidak minta untuk dilahirkan di dunia... Alhamdulillah buat kita yang orangtuanya masih merawat sampai besar seperti ini dengan penuh kasih sayang.

YPAB Permata Hati namanya, sebuah Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi, tempat bayi-bayi dan anak (balita) tak bertuan dirawat dan bertempat tinggal. Cerita sedikit, dulu pertama kali ke YPAB itu bulan Juni, setelah terbitnya bukuku. Nggak tau dapet dorongan darimana, rasanya ingin saja membagi kebahagiaan terbitnya bukuku bersama adik-adik YPAB. Gak usah aku jelaskan membagi kebahagiaan dalam bentuk apa, yang jelas pertama kali datang ke YPAB membuat aku ketagihan untuk datang lagi dan lagi. Entahlah, melihat bayi-bayi itu, membelai mereka, memberi puk-puk halus di punggung mereka dari yang tadinya nangis terus jadi anteng itu... menciptakan rasa indah luar biasa di hati.

Hari ini yang kedua kalinya aku ke YPAB. Suasananya masih sama, asri, hening, sepi, dan bau bayi menguar di udara. Itu loh... bau minyak telon sama bedak bayi. Harum bayi yang mana yang kau dustakan? Eaaa. Karena tadi aku dateng di jam-jam mereka mandi sore, makanya cuma beberapa yang bisa aku foto. Mau tau penampakan dedek-dedek YPAB? Yuk cekidot!
Ngedot dulu, tanteee. Srooot srooot nom nom nom :* Gak tau ini namanya siapa, lupa tanya, yang jelas baby boy yang satu ini lucu banget. Kalo aku tinggalin ke box bayi yang lain dia ngeliatiiin melulu, seolah minta aku balik lagi ke boxnya. Matanya seolah bicara, "Kesini lagi dong, tanteee!" :D
Tadi suster cerita, baby girl ini baby buangan :( Doski ditemukan di masjid Mojosongo, Surakarta. Orangtua macam apa sih, buang-buang anak? Gaes, kalo emang gak bisa ngurus, ya jangan macem-macem atau coba-coba bikin anak, ya! Korbannya bayi-bayi tak berdosa seperti ini.
Ini namanya Bima, Ooom! Umurnya menginjak 4 bulan. Bima suka rewel, kalo mau dikasih dot kedua tangannya dimasukkin dulu ke celana oleh suster, nanti baru deh anteng dikasih dot.
Kalo ini gak tau siapa. Gak sempat liat wajahnya. Puleeeees banget boboknya. Sweet dream ya, sayaaang :D
Box-box baby

Dulu pertama kali ke YPAB aku nangis. Nangis soalnya sedih ngeliat bayi-bayi ini tak bertuan. Sebenernya gak semuanya tak bertuan sih, soalnya ada beberapa bayi yang cuma dititipkan. Cuma, kata suster ada yang titip tapi bablas gak diambil :( Gak tanggung jawab banget. Temen-temen yang di daerah Solo atau lagi maen ke Solo, boleh banget lho main-main ke YPAB sekedar berkunjung. Apalagi kalo dengan sukarela membawa perlengkapan baby untuk disumbangkan, YPAB dengan tangan terbuka menerimanya. Punya rejeki lebih pun boleh banget digunakan untuk berbagi dengan adik-adik bayi ini :D

Untuk lebih jelasnya, YPAB terletak di daerah Jebres Surakarta. Kalau dari arah SMA 1 Surakarta, ambil jalan terus, ke arah UNS, lewat RS Moewardi, nantinya ada plang "YPAB Permata Hati", belok kiri, masuk gang. Ikuti jalan, dan terus aja :D Untuk alamat jelasnya:

Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi
Y.P.A.B “Permata Hati” Surakarta
Jalan Pracanda I/09 RT.01/33 Jebres, Surakarta – Jawa Tengah
0271 – 632456


Silakan berkunjung ya, kawan!

Intinya, setelah ke YPAB, aku jadi lebih bersyukur sama hidupku. Aku umur 4 bulan sudah pasti ada dalam pelukan dan gendongan Mama. Sedangkan baby-baby ini? Jangankan digendong, bahkan tau rupa wajah ibu mereka pun enggak. Makanya bayi-bayi ini justru lebih respek kalau diberi kasih sayang. Gak tau ya, mungkin karena bayi, perasaannya masih halus banget. Begitu dibelai keningnya doski merem melek seolah menikmati banget. Ada bayi yang diliatin diem, ditinggal merengek, diliatin lagi diem, pas aku kasih dot, eh doski nyedotnya kuat banget... ternyata haus :( Secara mereka cuma bisa oek-oek.

Haaah, semoga bahagia hidupnya ya, bayi-bayi sayang. Dan buat teman-teman yang lain, pintar-pintar bersyukur yaaa :D Sekian dulu postingan hari ini. Ciaooooo!