Monday, 31 October 2011

Ketika Kenangan Terpatri Dalam Memori

Hanya tentang rindu dan sekelumit hati yang biru menguap dalam pekat malam.
Rindu yang tak kunjung terpejam, bayangan yang tak sekalipun tenggelam..
Layaknya lagu merdu yang dinyanyikan oleh sepi dengan syahdu.
Aku bertarung dengan karma dan takdir, menunggu dalam biru.
Kau tahu? begitu perihnya hingga menelan semua tawa.
Aku masih heran...
sampai saat ini tak ada yang bisa merenggutmu dari sana, kotak kenangan.

Rindu ini seperti gerimis yang tak pernah datang sendirian,
membawa tetesan air yang tak terbilang berhambur dari langit, menghujam tanpa ampun.
Aku di sini masih mengintaimu, dibalik kenangan.
Ingin menjemput dari angan-angan lalu memeluk nyata.
Harus dengan apa aku menggapainya?
Sekelebat harapan menguap begitu saja.
Tuhan, semoga sang waktu sedang bercanda.

Kangen :')

K  A  N  G  E  N 
Enam huruf dan satu makna, yang akhir-akhir menyiksa rongga dada gue. Entahlah, sebenernya gue gak tau mau kangen sama siapa dan rasanya juga... GUE KANGEN DIKANGENIN. ehe ehe ehe~ *duduk di pojokan, nunduk, ala anak emo*

Kangen itu ya gitu, ya gini juga. Rasanya bingung, hati juga nyut-nyutan ngilu! Kangen itu ketika lo pengen telpon dia, denger suara dia, tapi masalahnya lo gak tau apa yang mau lo omongin sama dia. kangen itu membuat kata-kata yang keluar dari bibirnya begitu berarti!

Laguku by Me (Ungu cover)


Eh apa itu bunder-bunder? Bakpao? Hah? Bola?
Wadeziggggg! #tinju #hajar ITU PIPI GUEEEEEEH! 
Ehm di sini gue mau share video gue ngecover lagunya Ungu yang judulnya Laguku. "Mungkin hanyaaa~ lewat lagu ini akan kunyatakan rasa, cintaku padamu, rinduku padamu tak bertepi~" Emang sih emang kedengerennya gombal abis. Tapi serius, saat itu lirik itu bener-bener mewakili apa yang sedang gue rasakan :')

Sunday, 30 October 2011

Opitawak Kelabur Girls


OPKEL - Basket Team :* Miss you all!

BUKAAAAAAAAN! Serius, ini bukan girlband baru! 

Jengjengjeeeeng! Ini nih geng gue semasa SMP... OPKEL Girls! Yang terdiri dari segerombolan preman cewek-cewek caem yang tergabung dalam pembela kebenaran TEAM BASKET di sebuah SMP di Kota Tembagapura, Papua pada tahun 2006. 

Nomor-nomor yang tercantum di tiap foto yang hasil nyolong di facebook itu istilahnya nomor punggung yang kita pake, nomor kesukaan jugaaa (pada masa itu). Nih ya gue kenalin satu per satu :

YPJ dan Cinta Monyet

Gue selalu merindukan masa-masa itu. Pagi hari, jam setengah tujuh dan udara tetap sejuk. Embun masih nempel di dedaunan juga jendela. Keluar dari rumah pasti angin berhembus dan semriwing rasanya. Kalo di film-film tuh seolah-olah rambut tersibak karena kena efek-efek angin gitu loh, dengan gerakan slow motion *eh, bener-bener korban film*. Kalo dari rumah ke sekolah selalu jalan kaki karena cukup deket, lima menit juga nyampe. Kalo udah mau sampe sekolah, bakal ada pemandangan gunung yang tinggiii juga guedeee bangkets! Daridulu ngebayangin kalo gunung itu ambruk, gatau deh... *getok-getok meja* *amit-amit jabang bayi*

Tembagapura, Papua

Kalo inget-inget masa kecil, memori otak gue langsung menuju ke sana, ke laci masa lalu di mana sel-sel otak gue merekam tempat terpencil yang dikelilingi pegunungan juga hutan, tempat terpencil yang penuh pesona, penuh kenangan, dan gak akan pernah bisa terlupakan. Sebuah kota maju, di mana segala hal di dalamnya benar-benar seperti di alam mimpi *PLAK!*  oke, kayaknya gue harus ngurangin dosis nonton sinetron. Tapi gue nulis apa adanya lho. Ini tentang kota terindah sepanjang masa hidup gue, Tembagapura, Papua :)

Tembagapura malam hari, gemerlap :')
Tembagapura siang hari, cerah :')




Kecewa :')

Sebenernya kejadian ini udah berlalu, tapi tetep aja ya gue bakal post di sini karena ini begitu membekas di hati (yahelah bahasa gue). Kejadian ini Kamis, 20 Oktober 2011 kemarin. Ini tentang gue dan temen gue. TEMEN. Karena gue rasa sebutan SAHABAT terlalu bagus. Gue gak usah sebut namanya, dan gue gak peduli dia baca atau enggak.

Hmm... Saat itu malam sekitar pukul 00.20 dan gue masih terjaga. Gue gak bisa tidur gara-gara mantan pacar gue-yang gue gak tau kenapa-tiba-tiba ngeblock Facebook gue. Gue sedih. Sedih aja. Pokoknya Sedih. Bukan ini sih yang mau gue bahas. 

Yang mau gue bahas adalah...
Kesedihan itu berujung pada keinginan gue untuk nelpon temen gue sekedar untuk berbagi cerita, berbagi rasa. Ketika gue dalam masa-masa sulit untuk percaya siapapun kecuali Tuhan (Ya, gue selalu percaya Tuhan), ketika perasaan lagi nyesek banget dan ulu hati berasa dicongkel sama golok karatan, dan ketika itu juga di saat yang sama lo MERASA bisa mengandalkan telinga orang yang lo ANGGAP SAHABAT, sebagai satu-satunya orang yang lo pikir bisa diandalkan hanya untuk sekedar mendengarkan NAMUN ternyata gak respek sama sekali. It's so JLEBB you know.

Sekilas :D

  • Nama gue Mega Shofani dan dari kecil mereka selalu memanggil gue dengan panggilan Yeyen. Alhasil mereka lebih mengenal gue sebagai Yeyen daripada Mega #pentingbanget
  • Gue selalu berharap naskah novel gue dipanjang di rak toko buku. Bukan orientasi tentang uang, hanya saja kepuasan tersendiri. Naskah yang diterima oleh penerbit lalu dipajang di rak toko buku itu ibarat status yang diakui oleh sang kekasih #eaaa. 
  • Gue begitu mencintai cinta, walaupun kadang cinta sering menyakiti hati gue sendiri. Well, ntar deh ada ceritanya :D

Cieee... ngeblog!

Cieee punya blog! Akhir-akhir ini 140 karakter di twitter gak cukup menampung apa yang gue rasain dan apa yang gue pikirin. Duileh... kita pake gue-lo aja ya, biar lebih akrab #halah. Gue suka nulis, mulai dari nulis cerita, tulisan-tulisan tentang cinta, pendapat-pendapat tentang apa yang sedang terjadi di lingkungan nyata ataupun maya, juga isi hati. Ya layaknya remaja-remaja sekarang, gue juga masih suka labil dan galau. Bedanya, mulai dewasa ini gue gak mau nyampah di status facebook atau bikin seisi timeline muntah karena gue curhat di sana :D Seenggaknya kalo gue curhat di sini toh ini lapak gue sendiri. Lo suka lo baca, lo nggak suka ya close aja :) Well, gak usah lama-lama... mari kita mulai ngeblog dengan...

"BISMILLAHIRROHMANIRROHIM"