Sunday, 30 October 2011

Tembagapura, Papua

Kalo inget-inget masa kecil, memori otak gue langsung menuju ke sana, ke laci masa lalu di mana sel-sel otak gue merekam tempat terpencil yang dikelilingi pegunungan juga hutan, tempat terpencil yang penuh pesona, penuh kenangan, dan gak akan pernah bisa terlupakan. Sebuah kota maju, di mana segala hal di dalamnya benar-benar seperti di alam mimpi *PLAK!*  oke, kayaknya gue harus ngurangin dosis nonton sinetron. Tapi gue nulis apa adanya lho. Ini tentang kota terindah sepanjang masa hidup gue, Tembagapura, Papua :)

Tembagapura malam hari, gemerlap :')
Tembagapura siang hari, cerah :')


Tembagapura adalah kota unik. Letaknya di dataran tinggi. Bisa dilihat perkomplekan rumahnya melewati tanjakan jalanan yang tinggi. Dan perkomplekan rumahnya gak begitu luas. Ada beberapa komplek yaitu, Borobudur, Prambanan, Street, Three Haven, Town House, Amole, West, Palapa, Bukit Barat, dan ada beberapa barak-barak untuk karyawan. *Ayey, otak gue gak diragukan lagi daya ingatnya* Tembagapura cukup kecil, untuk muterin seluruh komplek kita cuman butuh kurang-lebih sejam menggunakan bis. Well, sejauh ini gue gak pernah nemuin langit sebiru langit Tembagapura, dan pemandangan siang hari seindah pemandangan dari bukit Tembagapura. Orang yang masuk ke kawasan kota ini bukan orang sembarangan, karena jalur akses masuknya dijaga ketat banget yang mengharuskan setiap penduduknya punya ID-Card. Jadi kalo gak punya ID-Card tapi pengen jalan-jalan ke sini harus pake kartu Visitor, dan itupun prosesnya sedikit berbelit.

Kota Tembagapura, si kota mini dengan fasilitas maxi #apasih. 
Di kota yang kecil dan terpencil ini, bukan berarti gak ada apa-apa loh! Dengan dilatarbelakangi perusahan penghasil tambang, si kecil Tembagapura punya beberapa tempat dengan fasilitas maxi.
  • Ada satu Shopping Center yang di dalemnya sudah lengkap dengan swalayan, bank, department store, barber shop, coffee shop, apotik, ATM, pos satpam, dan tempat jualan aneka benang juga pernak-pernik (gue lupa namanya apa). 
  • Ada satu tempat fitness plus aerobic, and you know what? Semua itu gratis. 
  • Ada satu Community Hall, biasanya buat perkumpulan akbar juga rapat-rapat karyawan-karyawan atau wisuda anak sekolah.
  • Ada satu sekolah nasional dan international untuk pendidikan Play Group sampai jenjang 3 SMP dengan fasilitas Play Ground yang penuh wahana di dalamnya. *gini banget ya bahasa gue* Pokoknya Dufan aja kalah deh!
  • Ada satu Sport Hall, yang di dalamnya ada lapangan basket, lapangan voli, dan lapangan tennis. Di belakang Sport Hall ada lapangan sepak bola yang merangkap tempat sholat Ied kalau Hari Raya Idul Fitri.
  • Ada satu tempat namanya "Lupa Lelah". Gatau maknanya, mungkin lupa sama lelah. Kenapa si lelah harus dilupakan? Itu bukan urusan gue. Tempat ini biasanya buat konser-konser dan acara om-om tante-tante bule gitu. 
  • Ada satu Rumah Sakit yang mulai dari daftar, periksa, sampe nebus obatnya pun GRATIS. 
  • Ada satu Masjid dan dua Gereja.
  • Ada satu lagi Shopping Center mini yang orang-orang menyebutnya Shopping Bujang. Kasian banget ye Shoppingnya bujang melulu, gak laku-laku kali. Eh, ngelantur... fokus, fokus. Konon, Shopping Center ini ditongkrongi oleh om-om karyawan yang mengembara di tanah Tembagapura. Entah si om-om udah berkeluarga atau belum itu bukan urusan gue.
  • Ada beberapa Mess, di mana tempat ini bertanggung jawab atas perut karyawan yang keroncongan, dan karyawan gak usah membayar sepeser pun untuk makanan yang dilahap. Bokap gue sering bawain segala macem makanan dari sini nih, jadi jangan heran kalo gue 'bengkak'.
  • Ada beberapa Play ground di setiap komplek perumahan.
  • Ada satu Town Site. Yang fungsinya "menata" dan memberi fasilitas kota dan interior rumah. Pokoknya menata. 
  • Ada satu kantor HRD dan kantor Engineer apa gitu lupa namanya...
  • Dan Bis yang ada di kota Tembagapura semuanya gratis. Mau muter-muter keliling Tembagapura sampe muntah darah juga gak bakalan disuruh bayar. 
Banyaaaaaak banget kenangan di kota ini :') Pesona yang gak akan usai deh, Tembagapura... Kangen, kangen, kangeeeen!

UPDATE :D
Nambah beberapa gambaran tentang Tembagapura, Papua :D

View sore hari. Kalo sore senjanya manteppp!

Petang hari dari atas bukit. Lihat warna biru di pojokan? Itu langit!
Biru banget ye kalo petang. Beda deh pokoknya beda! Kangen :')

Ini jalan mau ke komplek "West". Perhatikan langitnya!
Itu langit yang gak bisa gue lihat di sini! Aaaargh!

Ini jalan mau ke komplek "Palapa". Lihat, jalanannya kerikil...
Cuman mobil double gardan yang bisa jalan di jalan Tembagapura

Lapangan Bola.

Ini lurus ke depan ke sekolahan, kalo ke kiri ke Sport Hall

Ini sungai dilihat dari trotoar jalan menuju komplek "Palapa"

Ini pertigaan ke komplek "Prambanan", "Palapa", dan Shopping Center

Bis sekolah yang kutunggu kutunggu tiada yang datang cuap cuap
Ini diaaaa, biren alias bis oren yang anter jemput kita sekolah :D

Pemandangan gunung, dan.... langitnya! Aaaaa kangen!

Ini bis-bis dan kontainer yang lewat terminal, mereka pada mau ke lokasi kerja.
Dimana lokasi kerja tersebut naik lewat gunung yang menikung nikung
kurang lebih selama sejam


Love,
Megashofani.

Cieee... ngeblog!

Cieee punya blog! Akhir-akhir ini 140 karakter di twitter gak cukup menampung apa yang gue rasain dan apa yang gue pikirin. Duileh... kita pake gue-lo aja ya, biar lebih akrab #halah. Gue suka nulis, mulai dari nulis cerita, tulisan-tulisan tentang cinta, pendapat-pendapat tentang apa yang sedang terjadi di lingkungan nyata ataupun maya, juga isi hati. Ya layaknya remaja-remaja sekarang, gue juga masih suka labil dan galau. Bedanya, mulai dewasa ini gue gak mau nyampah di status facebook atau bikin seisi timeline muntah karena gue curhat di sana :D Seenggaknya kalo gue curhat di sini toh ini lapak gue sendiri. Lo suka lo baca, lo nggak suka ya close aja :) Well, gak usah lama-lama... mari kita mulai ngeblog dengan...

"BISMILLAHIRROHMANIRROHIM"