Monday, 21 November 2011

Anugerah Terindah by Me (SO7 cover)

Dum tak dung dum tak dung dum~
Hehoooo kembali lagi sama gue di sini :D Kali ini gue mau share video gue meng-cover salah satu lagu Sheila On 7, judulnya Anugerah Terindah :D Bentar... siapa di antara kalian yang gak tau Sheila On 7? Hah? Lo gak tau? NDESO!

Oke langsung aja :)) Sebenernya ini adalah lagu by request *beeeeh gaya BY REQUEST beeeeh!* gue. berasa. keren. Ahahahahah *PLAK*

Ini semua berawal dari Noe yang meminta gue untuk meng-cover lagunya Wali yang "Yang". Ehm... kemudian hening. bukan apa-apa sih, selain chordnya susah, kurang dapet feelnya... Aheum. Terus muncullah si Bugil yang minta di coverin lagu juga. Bugil masih mending, dia minta coverin Armada. Gue liat-liat chordnya agak-agak susah gimance yey. Ya udah akhirnya kesepakatan terkhir mereka minta Sheila On 7. Pas! Gue juga demen abitch sama band yang satu ini. Jadilah video gue ini :D taraaaaaam!

Well, ini pure cuma buat hiburan dan tidak ada sawer-menyawer di antara kita. Ahahahha. Yang penting buat yang ga sengaja liat, jaga mata jaga telinga.. mata memerah, muntah darah atau stres berkepanjangan sehabis liat video ini diluar tanggung jawab :p oke, selamat membuang waktu anda selama 2 menit ke depan. cawww :3





Wednesday, 16 November 2011

Maaf Tak Sampai

"Kamu bisa dateng ke taman tempat kita biasa berduaan kan?" lewat telepon nada Hugo terdengar mesra di sebrang sana.

"Mau ngapain?" balasku dengan nada dingin.

"Aku punya sesuatu buat kamu,"

"Apa? Paling mau ngasih gelang-gelang mainan lagi," aku membalas ajakannya malas-malasan. Pacarku ini memang suka memberiku gelang-gelang berbahan karet dan aku tidak begitu tertarik.

"Bukan kok... aku yakin deh, pasti kamu suka. Nanti dateng ya," nada Hugo begitu sabar membujuk.

"Kamu nyuruh aku dateng sendiri? Biasanya juga jemput aku dulu!" aku menggerutu.

"Biar lebih surprise, sayang..."

"Ya udah, tunggu aja,"


***


"Mau ngasih apa?" nadaku ketus. Aku duduk di samping Hugo, membuang muka dengan angkuhnya.

"Ini sayang," nada Hugo begitu mesra diiringi senyuman manis. Dia menyerahkan boneka Hello Kitty dengan ukuran jumbo kepadaku. Dia memang hafal kalo aku suka Hello Kitty.

Aku menoleh sebentar. "Boneka? Kamu pikir aku anak kecil?"

"Diterima dulu dong..." pintanya dengan nada lembut.

Kuambil boneka itu. Kupandangi seketika lalu kulempar ke pinggir jalan. "Aku bukan anak kecil lagi tau!"

Hugo hanya menghela nafas. Sejenak dia berdiri dan berjalan ke pinggir jalan. Dari kursi taman aku memandanginya kesal. Yang aku inginkan cincin bukan boneka! Dalam hatiku berteriak tak puas. Dari kursi taman aku mengamatinya mengambil boneka itu dan dalam waktu yang bersamaan tubuhnya terhempas tertabrak mobil.

Aku terbelalak seketika, spontan menghampirinya yang sudah tergeletak di jalan dengan tubuh bersimbah darah. Jantungku seperti berhenti sesaat ketika melihat kantong boneka Hello Kitty itu tertulis, "Ambil cincin di kantongku. Menikahlah dengan Hugo :)". Tubuhku lemas. Aku pusing, aku jatuh dan tak ingat apa-apa lagi.


***


Waktu terasa begitu lama setelah kecelakaan merenggut nyawamu, dan Tuhan begitu cepat mengambilmu juga menyadarkan aku. Andai sejenak aku memperhatikan boneka itu lebih lekat, andai aku lebih bersyukur karna telah memiliki kamu, pasti kamu masih ada di sini.

Aku tidak tau apa yang disebut penyesalan sebelum aku kehilangan kamu. Aku tidak tau apa yang disebut dengan bersyukur sebelum Tuhan mengambilmu. Penyesalan masih kuukir dengan cara yang sama, dengan menjatuhkan bulir-bulir air mata.

Padahal kamu melakukan segalanya agar kamu bisa bertahan di sampingku, agar kamu bisa mengimbangi aku. Kamu melakukan segalanya apa yang aku minta. Tapi yang kamu dapatkan hanyalah aku yang selalu tidak puas dengan segala pemberianmu. Aku yang selalu tidak puas dengan pengorbananmu. Aku yang selalu tidak puas dengan caramu mencintaiku. Aku yang selalu inginkan lebih lebih dan lebihhh! Yang aku tau apa yang kamu lakukan selalu 'kecil' di mataku. Padahal justru itu hal-hal terbesar yang telah kamu lakukan untukku.

Saat itu kamu memberiku gelang couple yang terbuat dari bahan karet, gelangmu bertuliskan namaku dan gelangku bertuliskan namamu, padahal kamu tau yang aku inginkan gelang emas! Saat itu kamu mengajakku makan siomay di pinggir jalan kota, padahal kamu tau yang aku mau makan malam yang romantis! Saat itu kamu menyelipkan bunga melati di atas cuping telingaku padahal kamu tau yang aku mau sebuket bunga mawar. Tapi itulah kamu, kamu mencintai aku dengan caramu. Walaupun bagiku kamu selalu kecil dimataku tapi aku sadar itu bukan berarti kamu tidak mencintaiku dengan sepenuh hatimu.

Aku merasa kehilangan.

Ini sudah hari ke-tujuh semenjak meninggalnya kamu dan kepalaku masih tersungkur di atas nisanmu. Air mataku masih membasahi tanah kuburanmu. Aku tau ini begitu percuma. Aku telah mengetuk nisanmu berkali-kali, semakin keras.

"Kamu masih di dalam kaaan? Maaf, maafin aku! Ayolah bicara, Hugo..."


Dan kamu masih terdiam di sana. Kamu tak pernah manyahutku dari dalam sana. Aku ingin memberitahu bahwa penyesalan begitu menyakitkan, Hugo. Aku pingin kamu tau aku kehilangan kamu. Aku cuma mau minta maaf.


Love,
Megashofani.

Tuesday, 8 November 2011

Hidup Terkadang 'Lucu'

Terkadang hidup menyajikan berbagai 'HUMOR'. Semaleman gue memikirkan hal ini... tiba-tiba ketawa sendiri. Baru gue sadar ternyata hidup ini cukup lucu.
Entahlah... dalam dunia nyata ataupun dunia maya, terkadang kita berkenalan dengan seseorang yang kita gak tau siapa dia, bagaimana sifat aslinya, bagaimana latar belakangnya, kemudian kita merasa akrab lalu begitu dekat, mengerti satu sama lain, memahami satu sama lain YANG TERNYATA pada akhirnya waktu membuat kita menjadi SEPERTI orang asing kembali. Karena pada akhirnya, kita HARUS menjalani hidup di garis masing-masing.
"Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan facebook. Mulai dari nyari temen yang udah lama kepisah, sampe nyari temen baru yang nanti ujung-ujungnya bakalan kepisah juga. Yap, dinamika pertemanan." - Poconggg Juga Pocong. That is! Salah satu kutipan dari buku Poconggg Juga Pocong yang bagi gue ada benernya. Gue kenal beberapa temen dari facebook, kita akrab, kita curhat, kita seperti tidak terpisahkanlah. Tapi nyatanya? Ujung-ujungnya kepisah lagi, jauh lagi. 
Ada lagi yang menurut gue lucu dalam hidup ini, atau mungkin hanya dalam HIDUP GUE. Terkadang di saat kita jomblo single entah kenapa gue ngerasa semua orang memiliki pasangan dan mereka bahagia! Di facebook, gue ngeliat "In Relationship With" di mana-mana. Tapi seriously, gue sih gak pengen walaupun kadang envy (Yaelah sama aja OON!). 
"Karena gue ingin jatuh cinta dengan orang yang TEPAT bukan yang SEMPAT" - shitlicious
Tapi entah kenapa juga saat gue punya pacar, gue merasa sekeliling gue adalah para single jomblo yang juga bahagia, seolah-olah mereka hidup tanpa beban tanpa harus memikirkan perasaan orang lain layaknya orang pacaran. 
Gue pernah ngalamin semua. Mulai dari punya sahabat yang ujung-ujungnya jadi musuh, sahabat yang gue percaya ternyata musuh dalam selimut, orang yang asing jadi sahabat tapi setelah itu jadi orang asing lagi, orang asing yang jadi sahabat berlanjut jadi pacar terus pacaran setelah putus kita jadi orang asing lagi. Menyakitkan sih PADA AWALNYA. Tapi setelah gue pikir-pikir itu bener-bener lelucon HAHAHAHA. Yah, gue udah bukan abege yang pengen punya banyak temen hanya untuk sekedar keeksisan. Serius, semakin lo dewasa lo akan semakin berpikir kalo lo gak perlu punya banyak temen, TAPI lo hanya butuh satu sahabat yang bener-bener ada buat lo ketika lo 'DI BAWAH'.
"Awalnya kita nggak kenal, jadi menurut gue setelah kita nggak ada hubungan apa-apa ada baiknya kita pun kembali seperti sedia kala, saling nggak kenal," - Seta Anthony. *Mungkin Aa gak inget pernah bilang ini ke aku, but i'm listened to you, makanya aku ingat apa yang kamu bilang :)*
Kenapa kita saling menjadi orang asing, dipertemukan, saling mengenal padahal pada akhirnya hanya untuk menjadi orang asing lagi? Itu sama halnya dengan kenapa harus tumbuh CINTA kalau pada akhirnya hanya untuk KECEWA? #eaaaa #curcol. 
Entahlah, tapi menurut gue ini lucu. SESUATUKKKK kalo kata tante Syahrince. Kenapa cinta harus tumbuh kalau hanya untuk memudar di tengah jalan? Kenapa derita ada kalau bahagia tercipta?
Tapi sejauh gue memilih untuk dewasa pada akhirnya gue ngerti, di situlah letak kesempurnaan hidup. Kita gak akan tau makna CINTA yang sesungguhnya tanpa rasa KECEWA. Ada baik ada buruk. Selalu ada dua aspek yang melengkapi. Mungkin karena itu Tuhan selalu menciptakan dua sisi :) 


Love,
Megashofani.

Saturday, 5 November 2011

Solo-Yogyakarta with Prameks

Hellooooooooo! I'm back! Welcome back...
Thank you~

Hokeh..ma-ma-mari kita bercinta bercerita.

Tadinya sih gue hampir lupa mau posting cerita ini di sini. Tapi begitu gue mau ambil minum, berdiri dari tempat duduk, tiba-tiba #CenatCenut.. kaki gue sakit banjets! Kalo orang jawa bilang "njarem"~ Nahlho terus what the hubungan? Apaaaah hubunganyaaaah? Oke let the story begin...

Berawal dari ajakan temen gue, Aurora, yang ngajakin anak-anak satu geng ke jogja. Rencananya yang bakal berangkat gue, Aurora, Viona, Juwi, Ayu, Thepy, dan Nicken. Tapi karena alasan lain-lain dan sebagainya, cuman gue, Aurora, sama Viona yang akhirnya berangkat. Towewewew~ pada sok sibuk yehhh. Setelah melalui berbagai perundingan, akhirnya kita bertiga sepakat untuk berangkat dari Solo ke Jogja pake kereta Prameks alias Prambanan Ekspres jadwal jam 8.

Karena gue orangnya kalo habis begadang tidurnya udah kaya mati suri (sumpah, gue kalo tidur lama banget kaya orang mati), maka gue bela-belain gak tidur supaya besoknya gak telat... apalagi gue harus berangkat pagi. Jderrr!