Sunday, 11 June 2017

Jadi Mamah Muda Yang Makin Kreatif dan Produktif? Bisa Banget! 4 Poin Mantap Dari ASUS E202 Ini Jadi Solusinya

Lima tahun lalu saat masih melajang, komputer di ruang kerja selaluuu jadi andalan! Kalau ada ide cerita yang meletup-letup di dalam kepala dan minta dituangkan dalam tulisan, ya langsung nyalain komputer, ketik, dan selesai! Semua ide pun tersalurkan. 

Namuuun, semua itu berubah ketika aku pertama kali menyandang status sebagai Ibu alias mahmud si mamah muda. Agak bingung juga bagaimana cara mengatur waktu agar bisa menulis dengan leluasa sementara sudah ada bayi yang butuh perhatian lebih. Sebagai mamah muda, boro-boro mau menuangkan ide, menyalakan komputer, dan menulis dengan leluasa. Bisa mandi, pakai sabun, dan sikat gigi tanpa terburu-buru karena anak merengek minta ASI aja sudah alhamdulillah.

Tentunya hal ini sedikit-banyak menghambat produktivitasku sebagai penulis. Di satu sisi, aku kepengin banget tetap menulis dan tidak berhenti terlalu lama agar tidak terkena writer's block, yakni pikiran yang buntu untuk menuangkan ide ke dalam tulisan. Tapi di sisi lain, aku juga punya tanggung jawab yang lebih besar dan harus mencurahkan sebagian besar waktuku untuk bayiku. Akhirnya, egoku harus mengalah. Itu sebabnya banyaaak banget naskah novel di komputer yang terhambat pengerjaannya dan belum kelar sejak tiga tahun lalu. Wow, lama banget, ya? Saking lamanya, sepertinya naskah-naskahku sudah dihinggapi sarang laba-laba, tuh! Hihihi~

Tapi semua permasalahan itu bagai menemukan solusinya ketika aku membaca ulasan tentang notebook ASUS E202 di internet. Aku yakin banget bahwa notebook ini yang kubutuhkan. Kalau aku bisa memiliki ASUS E202, sudah pasti aku gak perlu repot-repot beranjak dari kasur menuju ruang kerja hanya untuk menulis. Bisa jadi aku menulis sambil menyusui atau sambil menemani si kecil tidur karena notebook ASUS E202 ini praktis dibawa kemana-mana, secara ukurannya lebih kecil dari kertas A4! Uwuwu bayanginnya aja udah gemesss...

Jadi, buat mamah-mamah muda, baju kebangsaan kita boleh cuma daster, muka kita boleh kucel karena gak sempet dandan, tapiii kreativitas kudu tetap jalan! Nah, buat yang punya permasalahan sama, demi menunjang produktivitas & kreativitas, berikut 4 poin keunggulan ASUS E202 yang mesti diinget-inget, catet, dan garisbawahi:

1. Mudah dibawa
Tangan kanan gendong bayi, tangan kiri menenteng tas belanjaan... begitu nemu kafe di mal rasa-rasanya ingin menuangkan sedikit ide dalam kepala. Nah, daripada ide melayang di tengah jalan, selalu bawa ASUS E202 yang mudah disimpan di tas kamu ya, gaes! Notebook ini sangat ringan dengan bobot 1.21 kg dan dimensi 193 x 297mm. Bodinya tipis kayak mamah muda zaman masih gadis! Cihuy, pokoknya~

2. Tahan Lama
Ini poin yang bakal bikin mamah muda girang bukan kepalang, gaes! Mamah-mamah muda jelas demen sama yang tahan lama, seperti notebook yang berukuran tidak lebih besar dari kertas A4 ini, yang menggunakan prosesor Intel hemat daya, menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C. Wih, 8 jam, lho!

3. Nyaman dipakai

Yang pertama bakal kalah sama yang selalu ada. Tapi yang selalu ada tetep bakal kalah sama yang selalu bikin nyaman! Dari ASUS E202 ini yang paling bikin nyaman sih karena ada Bluetooth 4.0-nya. Ini meminimalisir keribetan-keribetan kecil seperti pasang-cabut kabel data hanya untuk mentransfer file atau foto dari handphone. Kabel berserakan? Bhaaay~

4. Pilihan Warna Yang Kece Abis
Oh iya, notebook yang hadir dalam versi Windows 10 ini tersedia dalam banyak pilihan warna, lho! Ada Black, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge! Warna-warna yang ekspresif banget ya, gaes, untuk mewakili kepribadianmu? Jadi warna apa yang paling kamu suka? Kalo aku sih, jelas pilih Red Rouge yang aduhai dan memberi kesan notebook ini semakin seksi, seperti gambar di bawah ini: 
Gaes, ini cakeeep warbiyasak!
Nah, sebagai mamah muda yang mempunyai hobi menulis, udah jelas banget manfaat yang bisa diperoleh kalau aku memiliki notebook ASUS E202 ini. Selain ukurannya yang fleksibel dan praktis karena bisa dibawa kemana-mana, aku juga bisa konsisten untuk menulis dan menuangkan ide setiap saat. Keluar rumah pun gak perlu repot-repot bawa kertas catatan yang rentan dirobek-robek si kecil, karena cukup masukkan ASUS E202 ke dalam tas dan taraaa, masalah penyaluran ide pun teratasi. Kebayang banget betapa senangnya kalo notebook ASUS E202 ini menjadi salah satu pendukung dalam menyelesaikan naskah-naskahku. Kehilangan ide? Cerita lama! Kan ada ASUS E202 solusinyaaa~

Yak! Sekian dulu celoteh mamah muda di sela-sela anak yang sedang tidur dengan pulasnya. Sampai bertemu di postingan selanjutnya, ciao!

-- Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com --

Sunday, 26 February 2017

Diselingkuhi Memang Pedih! 6 Tips Ini Bakal Mengantarkanmu ke Gerbang “Move On” Dari Si Dia

Tentu masih lekat dalam ingatan di kala ia mendua. Bukan hanya rasa kecewa dan perih di hati tak terkira, melainkan juga merasa tak berharga. Sudah segenap hati mencintainya, setia merapal namanya dalam doa, eh ternyata dia masih merasa belum cukup juga jika hanya ada kamu di hatinya. Pedih? Jangan ditanya...

Siapapun mungkin tak pernah menginginkan jika cintanya dibagi dua. Namun jika itu terjadi, yang bisa dilakukan hanyalah kembali memunguti kepingan hati yang mau tak mau harus disatukan kembali. Mengalami putus cinta bukan berarti kamu juga putus harapan selamanya. Oleh karena itu, kamu harus kembali bangkit dari keterpurukan yang diakibatkan oleh rasa kecewa dan ‘balas dendam’ dengan cara yang paling elegan.

Gara-gara diselingkuhi kemudian kamu galau berderaian air mata, mengutuki si dia dan selingkuhannya sepanjang hari, kemudian curhat melulu tentang kesedihanmu dia di sosmed? Itu sudah kuno! Kamu harus melalui rasa sakit hatimu dengan hal-hal berkualitas agar move on-mu bukan sembarang move on, karena kita terlalu berharga untuk menangisinya yang telah mendua. So, berikut 6 tips yang bakal bikin proses move on-mu makin seru:

1. Mendekatkan Diri KepadaNya
Adakalanya kita sering lupa jika anugerah bernama Cinta adalah pemberian dariNya. Siapa yang ketika dihubungi si dia langsung sigap secepat kilat, tetapi ketika waktu ibadah tiba mengumpulkan niat saja terasa berat? Ketika kita mulai lupa padaNya dan hanya membumbung tinggi rasa cinta kita kepada si dia, ya jangan heran jika Yang Maha Pemilik Segala Rasa tak segan-segan mengambil kembali rasa cinta itu darimu. Jadi, ketika cinta hilang dari kehidupanmu, kamu sudah tahu kan berharap pada siapa hatimu seharusnya? Tentu kepadaNya, di mana segala cinta abadi berada.

2. Mempererat Diri Kepada Keluarga
Bukan tak mungkin saat kamu masih dengan si dia kamu selalu sibuk dengan urusan percintaanmu sendiri dengannya. Sampai-sampai kamu tak peduli saat Ibu minta sedikit waktu hanya untuk mendengarkan ceritanya tentang tingkah lucu adikmu. Atau juga kamu merasa begitu terganggu saat Ayah memintamu membuatkan teh panas kesukaannya karena Ibu sedang tak di rumah. Iya, kamu jadi mengabaikan keluargamu sendiri. Tetapi ajaibnya, di saat kamu sedih dan kecewa begini, justru mereka yang selalu ada untukmu. Maka, gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk bercengkrama bersama mereka, keluarga tercinta.

3. Menggali Potensi Diri Sendiri
Urusan asmara di hari-hari yang lalu sungguh menyita waktumu untuk bercengkrama dengan diri sendiri. Nah, inilah saat yang tepat untuk menggali potensimu. Dari pada curhat tak bermutu di media sosial, ada baiknya kamu mendalami hobi agar siapa tahu kelak kamu menjadi inspirasi. So, tunggu apa lagi? Ini waktunya mengeksplorasi diri sendiri dan mencapai prestasi. Suka menulis? Kirim tulisan ke penerbit. Suka menyanyi? Bisa unggah ke media khusus untuk musik dan video. Selain hobi terpendam tersalurkan, siapa tahu kamu bisa terkenal. Asyik, kan?

4. Memperbaiki Diri Menjadi Lebih Baik Lagi
Terlalu fokus mencintai si dia membuat kamu lupa bagaimana cara mencintai dirimu sendiri. Kamu sampai tidak menyadari bahwa kamu sudah tidak semenarik dulu lagi. Tidak ada salahnya kamu tetap ingin diterima apa adanya dengan dirimu yang sekarang ini. Tetapi bukan lantas seadanya juga, dong! Mulai rutin berolahraga adalah pilihan yang tepat untuk mengisi daftar kegiatan harianmu mulai saat ini, karena menjaga penampilan dan kesehatan adalah wujud dari rasa cinta terhadap diri sendiri dengan cara paling sederhana. Kalau kamu saja tidak mencintai dirimu, bagaimana orang lain?

5. Menghubungi Sahabat Yang Sempat Terlupakan
Kalau sedang putus cinta, pundak sahabat selalu dicari. Giliran punya pacar, sahabat ditinggal lagi. Jangan gengsi untuk menghubungi sahabat-sahabat terdekat yang dulu selalu ada bersamamu kala berbagi cerita suka-duka. Memang sih, sudah pasti sahabat kita kepalang kesal karena hanya didatangi saat kita butuh bercerita tentang putus cinta. Tetapi kalau sahabatmu sebaik itu, walau kemarin kamu sempat melupakannya, saat ini jika kamu membutuhkannya dia akan tetap ada. Eits, tapi nanti jangan dilupakan lagi, ya!

6. Memberi Waktu Untuk Hati dan Diri Sendiri
Memberi waktu kepada hati untuk memaafkan yang telah terjadi adalah obat yang terbaik bagi diri sendiri. Dengan seiring berjalannya waktu, hati akan menemukan keikhlasan untuk merelakan yang telah berlalu. Tersenyumlah dan nikmati semua proses yang akan mempertemukan hati kita pada rasa syukur karena di masa lalu telah dipisahkan dari orang yang tak bisa menghargai perasaan.

Nah, kalo kamu sukses melakukan 6 tips di atas, jangan heran kalau dia yang mendua dan meninggalkan luka justru malah terkesan denganmu. Bukannya sedih habis diselingkuhi... eh, kamu malah jadi makin kece! Cieee, bisa-bisa si doi gemes tuh pengin balikan. Sayangnya, ketika itu terjadi hatimu sudah tidak untuknya lagi, karena bagimu dia hanya seonggok masa lalu yang sudah mendewasakanmu.

So guys, lekas tersenyum dan jangan lupa bahagia!

Salam,
Megashofani.