Tuesday, 10 June 2014

Tips Galau Berkualitas! "Boleh Galau, Asal..."

Amigooooos!

Apa kabar semuanyaaa? Masih ada yang galau gak nih karena cinta? Ceilaaah~ Nah, kali ini, Megablog mau bahas galau-menggalau. Yang jadi pertanyaan, kalau lagi galau, apa yang kalian lakukan? 

Cerita sedikit, yaa... aku juga pernah galau berkepanjangan. Kalo pernah baca Megablog yang dulu-duluuu banget, pasti tau deh, galaunya Mega itu gimana. Semua berawal dari aku, abege labil yang jatuh cinta lewat dunia maya. Kenal lewat dunia maya, jatuh cinta, ketemuan, dan voila! Jadilah kami berhubungan jarak jauh, mengingat si doi di Jawa Barat dan aku di Jawa Tengah. Bagi kami, pelaku asmara yang dimabuk cinta, jarak menjadi tantangan yang paling menggerus hati.

Sampe akhirnya ada masalah yang merenggangkan kami, di situlah cintaku diuji. Sayangnya aku gak tahan ujian, aku malah berpaling ke cowok lain, sebut saja Bunga #eh. Sebut saja Nugi (dan sedihnya, ini cuma pelarian). Karena cuma pelarian, otomatis menjalani hubungan pun gak enak dong? Dan ternyata, aku sendiri juga cuma pelariannya Nugi dari mantannya yang belum bisa dia lupain. Iya, kita sama-sama melarikan diri. Jadi sebenernya kita sama-sama belum bisa lupain mantan kita masing-masing. Sama-sama bego.

Karena aku gak betah berada di dalam hubungan yang saling membohongi diri masing-masing, aku putusin Nugi dan memutuskan untuk mengejar kembali mantan pacar jarak jauhku itu. Gak punya pendirian? Yaaa, namanya juga abege, Kak. Dan sayanganya mantan pacar jarak jauhku sudah balikan lagi sama mantannya yang terdahulu.

Beberapa belas bulan mengejar masa laluku yang jarak jauh itu berbuah hasil yang memilukan hatiku. Mantan pacar jarak jauh dan pacar barunya yang dulunya mantan pacarnya (ribet amat, seeeh!), berakhir dengan status menikah, bahagia. Aku terpukul, tapi pada masa itu aku udah gak alay, Kak. Aku gak begitu aja nyilet-nyilet tangan atau menyetrum diri sendiri pake charger henpon. Aku memilih untuk menuangkan semuanya dalam tulisan.

Ya, jadi inti dari cerita di atas, aku gak mendapatkan siapa-siapa. Begitulah pelajaran yang pantas untuk orang yang gak punya pendirian seperti aku pada masa itu. Akhirnya, aku menuangkan semua kegalauanku lewat tulisan. Dan jadilah... Love Apart. SAAT ITU Love Apart adalah wujud dari dalam benakku yang berpikir, gak apa-apa aku dan mantan pacar jarak jauh gak pernah bisa kembali bertemu, setidaknya di dalam buku Love Apart kami tetap bersatu. Sadaaap! Tapi itu dulu lho, Kak. Sekarang udah beda ceritanya, dong! BEDAAA!

Aku juga harus berterimakasih kepada mereka, mantan-mantan yang begitu baik hati membuat hatiku jatuh-bangun, terseok, terluka, cidera, berantakan, berserakan, dan segala hal menyakitkan lainnya. Karena kalau bukan karena mereka, “Love Apart” tak akan ada. Jadi, Love Apart adalah balas dendam dengan cara terhormat. Setidaknya, itu menurutku.
JADI, MASIH AJA GALAU ECEK-ECEK? 
Galau berderai air mata tanpa melakukan apa-apa? So last yeaaar, Kak! Jadi supaya galaumu dibarengi dengan hal yang berkualitas, ini yang harus kamu lakukan (versi Megashofani):

DO! 
- Mendekatkan diri kepada Tuhan. Segala cinta yang ada di dunia ini adalah milik-Nya. Namun ketika cinta membuatmu buta akan DiriNya, tak segan-segan Ia mencabut kembali cinta itu darimu. Jadi ketika cinta hilang, kembali mendekatlah kepada Tuhan. Karena hanya PadaNya, cinta yang abadi berada. Ajegile bahasanye... 

- Mulai kembali kepada keluarga. Jangan mungkir, ketika kamu ada masalah, toh kamu tetap lari ke keluarga, kan? Tapi adakalanya, keluarga dinomorduakan setelah cintamu pada si doi. Jangan, dooong. Mulai sekarang, pererat kembali kasih sayang terhadap anggota keluargamu, terutama ibu. Coba ceritakan keluh kesahmu pada ibu, karena ibu adalah sahabat yang terbaik, gaes.

- Cari kesibukan positif. Mulai beres-beres kamar yang ternyata sudah lama berantakan? Mengubah dekorasi kamar supaya terlihat lebih fresh? Kenapa tidak? Lebih baik sibuk menata kembali sekitar kita yang sudah lama terbengkalai hanya karena sebelumnya kita lebih sering memikirkan cinta #eaaa

- Dalami hobi. Apa sih, hobi kamu yang selama ini tertunda atau bahkan terpendam hanya karena tadinya kamu disibukkan oleh perihal cinta-cintaan? Menulis? Bermusik? Fotografi? Atau hal-hal lain yang lebih menguji adrenalin? Lakukanlah sekarang, sesukamu! Tulis sebanyak-banyaknya. Bermusiklah selama-lamanya. Foto semua objek dan kejadian yang menurutmu menarik. Tantang hidupmu dengan aktivitas menguji adrenalin yang kamu gandrungi. 

- Mencoba jalan kembali bersama teman-teman yang 'terabaikan'. Hayooo, siapa yang waktu pacaran mulai lupa peduli sama temennya? Eeeh, sekarang giliran galau nyari-nyari lagi! Tenaaang... kalo temanmu sebaik itu, sekalipun kemarin kamu sempat 'lupa diri', di saat kini kamu membutuhkannya, dia pasti tetap ada. Asal... jangan lupa diri lagi, ya! Nanti jadinya gak tau diri. Hubungi teman-temanmu, ajak mereka bertemu, ngobrol sesuka hati mengenai apa yang kalian lakukan selama jarang berkomunikasi.

- Melakukan hal-hal yang biasa dilakukan bersama (mantan) pacar SENDIRIAN! Apa sih, maksudnya? Pernah nyoba belum ke bioskop, ke mal, dan ke tempat makan yang biasa didatangi sama pacar tapi kali ini sendirian? Kalo belum, COBA, DEH! Ini. seru. banget! Aku ngasih saran bukan sekedar ngasih saran. Karena sebelumnya ini sudah pernah aku realisasikan. Ke mal jalan-jalan, lontang-lantung kayak orang ilang. Ke bioskop, beli popcorn large, bahkan popcornnya udah habis sebelum setengah film diputar, kemudian ujung-ujungnya ketiduran lantaran filmnya gak asik! Ke tempat makan favorit, terus makan sendirian, tanpa harus ada yang disuap-suap. Enak lho, kebahagiaannya kita lahap sendiri. Ya iyalah, daripada kebahagiaannya dilahap oleh pikiran yang tersita karena si doi, yang belum tentu memikirkan kitahhh samah sekalih? Iyew~

- Mencoba hal-hal baru. Di dunia ini banyak sekali hal-hal yang tentunya belum pernah kamu alami sebelumnya, kan? Mengapa tidak mencari tau hal-hal tersebut? Mencoba untuk mengetahui dan belajar pengetahuan-pengetahuan baru? Pasti menyenangkan!

- Luangkan waktu untuk lebih sering membaca buku, contohnya membaca Love Apart *ting ting ting*

DONT!
- Terlihat (sok) menyedihkan. Nyilet-nyilet tangan dengan inisial nama doi terus dipoto, diupload ke jejaring sosial. Atau nangis bombay sampe muncul kantong kresek di bawah mata, terus dipajang jadiin profil picture fesbuk. Ya elaaah~ Doski seneng keles, kalo ngelihat kamu 'tersiksa' karena diputus cinta!

- Mengemis cinta. Gak ada kerjaan laen, apaaah? Jangan berpikir bagaimana cara agar kamu mendapatkan cintanya, tapi berpikirlah bagaimana caranya agar ia menyesali keputusannya karena sudah putus denganmu. Berkaryalah!

- Menghujat diri sendiri. Kalau kamu membenci dirimu sendiri, ya jangan salahkan orang lain yang juga memperlakukanmu seenaknya. 

- Mengumpat di jejaring sosial. Menuliskan hal dramatis? Puitis? Boleh. Tapi mengumpat? Gak elegan! Pantes aja kamu ditinggal. Bye!


Nah, itulah DO! and DONT! yang bisa kamu terapkan supaya 'galaumu' saat ini lebih seru dan berkualitas. Syukur-syukur kalau bisa jadi produktif juga! Uh, senengnyaaa! Dari kesemua poin di atas, ada yang mau menambahkan? Boleh banget lho, di kolom komentar :D

Cinta untuk hidup, bukan hidup untuk cinta. 
Karena dengan atau tanpa cinta, sesungguhnya kehidupan kamu tetap ada.

Sunday, 8 June 2014

Review: RELATIONSHIT

Holla girls, guys, and gaaays!

Udah tau belum kalo Mas Alitt Susanto menelurkan buku kembali? Kali ini buku ketiganya berjudul RELATIONSHIT (yaaa, seperti yang kita tau, Mas Alitt memang identik dengan segala sesuatu yang berbau shit #eh). Buat yang belum tau penampakannya, cekidot!
Sebelumnya mau cerita dulu. Aku beli buku ini sengaja pre-order biar bisa dapet buku yang dibubuhi tanda tangan Mas Alitt. Kenapa? Bisa aja sih, beli manual di toko buku, nantinya minta tanda tangan pas doi talkshow. Tapi keadaan sudah tidak memungkinkan untuk berdesak-desakkan di tengah hiruk pikuk idola Mas Alitt sekadar untuk berebut tanda tangan, karena perut aku kini kian membuncit. Jadi, biar tetep aman dan dapet tanda tangan, pre-orderlah daku di salah toko buku online.

Semakin hari, semakin kemari, buku Mas Alitt selalu mengalami peningkatan, entah itu pada kover, atau pun penulisannya. Konsepnya semakin rapi loh, gaes! Pemilihan font di sini juga cucok, bikin Relationshit semakin enak dibaca. Ditambah ada selipan foto-foto Mas Alitt yang kocak punya, nangkring di setiap halaman sebelum bab baru.

OKE REVIEW DIMULAI DARI... beberapa BAB yang aku suka.

Mencintai Si Jeni. Di BAB ini, cerita yang disuguhkan sangat simpel, tentang suka-duka mobil pertama Mas Alitt, lagi-lagi dibalut komedi khas ala Mas Alitt. Tapi jangan salah, berkali-kali pula aku ngerasa trenyuh sama beberapa kalimat yang Mas Alitt suguhkan di sini, bahwa yang terlihat menarik, belum tentu bikin nyaman. Tentu!

Adik Gue, Jagoan Gue. Selain terharu, aku juga ngakak karena di sini percakapan yang ditulis Mas Alit antara doski dan adiknya sangat kocak dan menggelitik. Pokoknya bacanya bikin geli-geli sendiri.

Kalimat Ajaib Gita. Hahahaha! Yang ini juga dikemas dengan kalimat-kalimat ajaib Mas Alit juga. Dan ya, seperti pesan moral di BAB ini: kalo saat dia nggak ada kita ngerasa hidup kita berjalan seperti biasanya, artinya dia nggak sepenting itu buat kita. Nggak perlu kebanyakan drama.

Gue Adalah Anak Eyang. Di BAB ini berkali-kali dibuat merinding. Apalagi wejangan Eyang kepada Mas Alit untuk jadi orang sukses. Dan seperti apa yang Mas Alitt tulis, figur Ayah itu tidak selalu yang menikahi ibu. Ayah adalah orang yang bisa memberi teladan tentang bagaimana menjadi seorang figur yang bertanggung jawab. BERTANGGUNG JAWAB. Kamu, bertanggung jawab dong! #lah #MalahNomention

Loh, untuk BAB-BAB yang lain gimana? Pada dasarnya semua memberikan pelajaran, tapi yang paling nanceppppp di hati aku adalah BAB-BAB di atas yang aku tulis. Untuk BAB-BAB lain dan selengkapnya, kamu baca sendiri aja ya, di buku terbaru Mas Alitt ini! :D

Lebihnya buku ini adalaaah banyak hikmah dari kejadian yang dialami dan ditulis Mas Alitt. Apalagi dengan dibalut komedi yang khas ala Mas Alitt, gak hanya sekali dua kali RELATIONSHIT bikin aku nyengir, ketawa ngakak, membuat lemak-lemak di perut dan dedek bayi (((bergetar))). Sangat dianjurkan membaca buku ini bagi yang mau awet muda. Namun ada satu yang kurang dari buku ini: kurang tebel (muahahaha peace ah :P). Tapi sudah cukup tebel, kok! Malahan kata Mas Alitt juga, doski mengusahakan bukunya di atas 200 halaman namun tetap menekan harga di bawah 50.000. So, tunggu apa lagi? Beli lah kau, bukunya!

Oiya, dengan lahirnya Relationshit, aku sangat menanti tulisan Mas Alitt yang lain... tapi jenis yang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Novel, mungkin? Fiksi? Atau segala tulisan sejenisnya. Pasti kocak kalau Mas Alitt yang menulisnya. Dan SANGAT DITUNGGU ya Mas, tulisan dan karyamu selanjutnya!
---------------------
Baca juga postingan Megablog yang lain tentang Alitt Susanto:

Thursday, 5 June 2014

TELAH TERBIT! TeenLit Pertama: LOVE APART


Alhamdulillah!

Olalaaa~ Girls, guys, and gaaays!

Akhirnya setelah menunggu hampir tiga tahun dalam penantian, novel (teenlit) yang aku tulis pada tahun 2011 ini terbit juga di tahun 2014 dan penantian panjang tersebut pun berbuah begitu manis. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Mama, hubby, bro, and sis. Terima kasih Gramedia, Kak Vera, Kak Nindy, dan tim ilustratornya. Akhirnya dengan perasaan lega aku bisa mencentang salah satu dari daftar impian dalam buku mimpi yang aku buat sendiri, yaitu: melihat buku hasil karyaku terbit dan terpajang di rak toko buku. Bukan mimpi yang berlebihan jika kita mengusahakannya, bukan begitu? Dan rasanya... gak ada sesuatu yang terasa biasa kalau kita sudah menantikannya begitu lama. Iya, begitulah rasanya, ketika tau novel ini mau terbit.

Dan... ini adalah teenlit yang aku tulis sebagai pembuktian bahwa putus cinta bukanlah akhir dari segalanya (karena buku ini ditulis setelah putus cinta dan galau berkepanjangan. GALAU MEMBAWA BERKAH, GALAU PRODUKTIF, GALAU ELEGAN #gariskeras). Ini penampakannya, JENG JENG!
Love Apart
Love Apart bercerita tentang sepasang kekasih (Qunti dan Seta) yang berhubungan jarak jauh, yang mengawali hubungan mereka lewat dunia maya dan kopi darat (ketemuan). Singkat kata LDR, Long Distance Relationship, dimana jarak menjadi tolak ukur kesetiaan keduanya yang menutut selalu percaya, jujur, pengertian, dan kesabaran tingkat dewa agar hubungan tetap stabil harmonis. Namun seperti yang kita ketahui, hubungan jarak jauh tidak pernah berjalan mulus, bukan? Boro-boro yang jarak jauh, bahkan yang jarak dekat saja hubungannya gonjang-ganjing tidak karuan. 

Tidak hanya perkara jarak, ada lagi perkara tentang ketiga sahabat Qunti yang selalu menggoda supaya Qunti cari pacar lagi, mereka Brenda, Leni, dan Tania. Mereka bertiga getol sekali membuat prinsip Qunti goyah, mulai dari pamer acara ngedate malam mingguan bersama pacar-pacar mereka, sampai mengenalkan cowok-cowok kece nan keren pada Qunti. Tapi Qunti tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan hubungannya, walaupun kupingnya sudah melepuh mendengarkan saran sahabat-sahabatnya. Sampai suatu hari datanglah sesosok yang begitu membuat Qunti selalu nyaman berada di sampingnya, Nugi. Disinilah Qunti diuji. Disela-sela hubungannya dengan Seta yang kian merenggang oleh jarak, apakah ia bisa menjaga hatinya dari Nugi? Cuma “Love Apart” yang tau jawabannya. Beli yuk, teman-teman!

Ngomong-ngomong, kenapa bukan Long Distance Relationship aja sih, judulnya? Pada awalnya naskahku ini memang berjudul Long Distance Relationship, mengingat di tahun 2011 judul tersebut masih jarang yang memakai (setelah googling sana-sini). SERIUSSS, deh! :’( Tetapi eh tetapi, jderrr! Tahun 2012 dan selanjutnya bermunculan begitu banyak judul serupa. Sebenarnya pada tahun-tahun tersebut ketika buku dengan judul-judul serupa bermunculan, dalam hati aku sudah membatin, “Wah, novelku kalah cepet terbitnya…”

Tapi ya udah, lah. Biar gak mainstream, akhirnya Long Distance Relationship diubah menjadi Love Apart. Tapi jujur aja sih, aku malah lebih suka “Love Apart”. Lebih hemat tenaga aja ngucapinnya. Ini yang perlu kalian ketahui: karena Love Apart ditulis pada tahun 2011 (dimana gueeeh masih labil-labilnya, galau-galaunya, dan minim pengetahuan tentang kepenulisan), jadi mohon maaf kalo ada kekurangan-kekurangan di dalam penulisannya dan sangat menerima kritik pedas membangun untuk debut novelku ini.

LOVE APART bisa juga langsung kamu review sejujur-jujurnya di Goodreads, lho! Cus dimari https://www.goodreads.com/book/show/22195965-love-apart.

Oya, untuk informasi, Love Apart diterbitkan oleh Gramedia pada tanggal 5 Juni 2014, berisi 208 halaman, dan harganya Rp48.000,-. Soal pertanyaan, “Kenapa sih, tokohnya namanya Qunti? Emang gak ada nama lain? Kok serem banget namanya?Sebenarnya Qunti adalah nama tenar (ah elaaah ‘nama tenar’) jaman masih chatting di bing, mini friday, clubcooee, nimbuzz, dan beberapa aplikasi chatting lain. Nah, karena tidak bisa dipungkiri Love Apart ini memang ada beberapa bagian dari kisah nyata, ya aku pakai saja nickname Qunti-ku itu. Dan gak nyangka juga, ternyata novelku diterima. Sekali lagi, terima kasih tim penerbit :)

Jadi buat kamu, kamu, kamu yang baru mau LDR, lagi LDR, kelar LDR-nya, dan sedang diuji kesetiannya oleh jarak, yuk dibungkus LOVE APART-nya dari toko-toko buku terdekat di kotamu. Yey yey yey! Mari memajukan karya sesama (mantan) pelaku hubungan jarak jauh! #uhuk 

Love Apart bisa dibeli online juga di toko buku online di bawah ini. Pake diskon lho, Kak! (belum ongkos kirim, ya):


Ciao!