Friday, 11 May 2012

Puisi - Tentang Rindu

Halo girls, guys, and gays! Sesorean memandangi senja, lalu aku kepikiran untuk membaca puisi. Nggak nyambung sih, tapi ya dibuat nyambung aja deh ya. Puisi ini tentang sekelumit rindu dalam hati yang kian membiru. Sebenernya ini bukan puisi baru. Tapi beberapa puisi lama yang aku olah menjadi satu-kesatuan puisi, sambung-menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Yak, biar feel nya dapet aku tambahin backsound instrumental piano dari Adele - Someone Like You. Well, gak tau sih ini termasuk musikalisasi puisi atau bukan, yang jelas... semoga menikmati~


Backsound: Adele- Someone Like You

Rinduku tak kunjung terpejam, bayanganmu tak sekalipun tenggelam
Rinduku seperti gerimis... Seperti hujan yang tak pernah datang sendirian!
Membawa tetesan air yang tak terbilang berhambur dari langit...
menghujam seperti mereka ada dendam.

Aku hanya mampu berbincang dengan kenangan,
dengan bahasa yang dimengerti oleh sepi...
memilih terpaku di sudut kamar, dipeluk erat oleh sunyi.

Aku ingin kamu tau...
Rasanya menjadi aku ketika suaramu tidak lagi sepenuhnya diperdengarkan untukku,
Ketika hatimu yang begitu aku harapkan bukan lagi milikku,
Atau… ketika aku tak berhak lagi menikmati lembut nadamu

Kamu sudah terbiasa mengendap begitu saja dalam pikiranku,
Berkeliaran! Berlarian! Dan dengan seluruh energimu...
menarik perhatianku untuk memandangi bayanganmu.
Kamu masih terkemas rapi di sana, dalam rongga pikiran,
dalam ruang yang kusebut 'kenangan'.

Rinduku mengisahkan tentang perpisahan, melukiskan rasa kehilangan 
menggambarkan penyesalan yang masih kuukir dengan cara yang sama,
dengan menjatuhkan bulir-bulir air mata.

Aku tau, seorang aku bukan lagi pilihan terakhirmu
yang kini hanya bisa mengamini doa untuk bahagiamu.
Cintaku masih begitu sederhana, tentang kamu dengannya dan aku bahagia.
Lalu berakhir dengan hati yang bermuara dalam luka.

Aku masih berharap pada Tuhan, semoga waktu sedang bercanda. 

Love,
Megashofani.

14 comments:

  1. dari kemarin-kemarin galau terus yah... kapan selesainya :D

    ReplyDelete
  2. barusan dengerin puisinya.. wahh keren nih..
    tapi menurutku ini masih puisi kamar, puisi kamar kalo diklarasikan nyawanya masih kurang. diksinya diperindah, pasti jadi bagus.

    ngomong2 cewe yahh?? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih masih tahap belajar jua. makasih yaa saran kritiknya xD pasti belajar lagi supaya bisa bikin puisi yang lebih dalem lagi maknanya :)

      Delete
  3. suaranya gak kedengeran.. malah cuma musik adele doank yang kedengeran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kudu diedit lagi berarti apa yah =(

      Delete
    2. aku download kedengeran kok,, bagus jelas dan jernih.
      ngerekam pake apa yahh??

      Delete
    3. Hahahaha engga itu ternyata headeset mas arman yang error :p ngerekam pake sound recorder aja :))

      Delete