Monday, 2 January 2012

Perawan (Puisi)

Masih ingatkah tentang kontrakan tua?
Saksi bisu kita memahat cinta.
Nafasmu menderu, melenguh penuh desah.
Sama sepertiku.

Tanganmu mencengkram jemariku.
Kuat... meyakinkan. Seperti tak akan lepas...
Bibirmu membisikkan tentang syair-syair indah
Untaian kata mesra terucap di sana...

Nafsu membelai aku. Tapi aku ragu. Maaf, aku ragu. 
Kamu tersenyum. Senyum yang mampu membuai mataku.
Aku menahan dadamu yang mulai menghimpit badanku.
"Jangan," kataku.

Sayang, kata orang... cinta itu suci.
Sekali dinodai tak akan pernah sama lagi.
Itu mengapa aku bertahan...
Itu mengapa aku masih perawan.

Saya tidak pintar membuat puisi apalagi dengan syair-syair indah. Tapi puisi ini saya persembahkan untuk semua gadis yang masih bertahan dengan keperawanan mereka di tengah segala nafsu yang mampu menggoda kapan saja :)

6 comments:

  1. Betul banget, cinta itu bukan hal yang main2... Anyway, aku cowok loh yen dan masih perjaka pula hahaha ~(^_^)~ Puisinya mudah dimengerti! bagus kok ;)

    ReplyDelete
  2. hmm . . .
    Kalo menurut gue puisi ini berceritakan tentang "Cinta Itu Buta" kareba dia buta, dia tidak bisa melihat apapun yang akan terjadi di masa depan,

    buat cewek2 nih.. pertahankan kesucian lu, juka udah ngelakuin itu pengen ngelakuin lagi ( Sama Ama Narkoba nih,, hahaha)

    ReplyDelete
  3. Bagus. :-bd
    Aku juga masih perawan~ :D

    ReplyDelete
  4. wawawaw.
    suka bangeeet ama puisinya. keren dan keren deh mbakk. *plok plok plokkk :D

    saya paling suka bagian yg ini :
    "Sayang, kata orang... cinta itu suci.
    Sekali dinodai tak akan pernah sama lagi.
    Itu mengapa aku bertahan...
    Itu mengapa aku masih perawan."
    siiiiippp dahhhh :D

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. makasiiiiiiiiiiih mbak yeyen :D
    *nangis nangis ngabisin tissue emak*

    ReplyDelete