Friday, 11 November 2011

Tentang Mimpi :')

Saat itu tak sedikitpun aku melewatkan waktu untuk tak memimpikannya.
Dia pernah menjadi mimpiku untuk menjadi 'yang terakhir'...
karena aku tau segala hal tanpa dirinya pasti akan menyiksa.
Aku bermimpi kelak dia adalah suamiku.
Aku bermimpi kelak wajahnya yang selalu pertama kali kupandangi di tiap ku membuka mata ketika bangun tidurku.
Aku bermimpi untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.
Aku bermimpi untuk membawakan makanan dari dapur dan saat itu dia menungguku di meja makan dengan senyuman.
Aku bermimpi aku akan merapikan rambutnya sebelum ia berangkat kerja.
Kita pun pernah bermimpi bersama...
Bentangan jarak membuat kami hanya mampu untuk menuliskan pesan-pesan singkat.
Kami pernah bermimpi akan membangun rumah sederhana... anak kami bermain di pekarangannya.
Kami bermimpi tentang mudik ketika lebaran akan tiba.
Kami bermimpi tentang naik bis jurusan Cibadak-Delanggu, Jawa Barat-Jawa Tengah sambil menggendong anak kami.
Kami bermimpi akan selalu berdampingan sampai tua nanti.
Kami bermimpi tentang menikmati secangkir teh hangat di teras depan rumah kami ketika rambut kami mulai beruban.
Tentang mimpi... kami pernah bermimpi. 
Namun kenapa saat itu ego kita terlalu tinggi, sayang? Sehingga terhempas semua mimpi itu tanpa ada satupun yang menjadi nyata :')
Dan kini... semua memang tak lagi sama, begitu menyiksa... tanpamu.


Everlasting 26 Januari 2009,
Megashofani

3 comments: