Friday, 18 November 2011

Gadis Dalam Cerminku

Tempat itu sudah begitu dingin, tak berpenghuni. Bukan untuk mereka yang hanya ingin sekedar mampir, tapi mereka yang sudi menyinggahi... tempat hanya untuk mereka yang ‘tepat’. Dia menyebut tempat itu hati.

Dia tertawa di antara teman-temannya, dan tak ada yang tau bahwa hatinya begitu menangis. Dia mencari keramaian di tengah kawan-kawannya, dan hatinya tetap sepi. Dia selalu menguntai senyuman, tanpa ada yang tau dirinya rindu pelukan. Dia pandai melucu di depan teman-temannya, tanpa mereka tau setelah itu dia meringkuk di sudut kamarnya menangisi keadaannya. Dia terlihat tegar tanpa ada yang tau bahwa semua tak seperti kelihatannya. Dia menari di atas duri. Menyedihkan. Dia memainkan melodi namun masih saja sunyi. Dia memohon seseorang yang tepat mengisi relung hati. Dia mulai tak percayai siapapun manusia di sekelilingnya. Mereka tidak tau seperti apa menjadi dirinya. Sekalipun dia berkeluh kesah mereka tak akan tau rasanya. Persetan dengan semua. Dia nyaris tak percaya cinta, tak percaya persahabatan. Hidupnya penuh ironi. Segalanya dia pendam. Suara tawanya tergelak tanpa mereka tau hatinya merana. Hatinya mulai membiru. Jiwanya sekarat. Dia... kusut. Dia... gadis dalam cerminku :’)

2 comments: