Monday, 7 November 2011

Berbincang Dengan Masa Lalu

"Aku akan meninggalkanmu, aku tidak bisa menunggu lebih lama."

"Lalu tinggalkanlah aku."

"Kenapa kau tidak sedikitpun ingin menghalangiku untuk pergi?"

"Untuk apa?"

"Apa kau tidak takut kalau ada yang membisikkan cinta di telingaku selain dirimu?"

"Aku tidak peduli lagi. Itu sudah bukan urusanku."

"Kau benar-benar tidak mengerti, aku telah lama menunggumu! Sadarlah, aku menunggumu! Kau tahu? Menunggu itu melelahkan!"

"Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak memintamu menungguku kan? Aku telah bersamanya dan aku bahagia."

"Kau tega."

"Ikhlaskan aku. Percayalah, kau hanya butuh waktu untuk menerima semuanya."

"Kenapa kau berbicara seperti itu? Seolah tak merasa sakit hati kehilangan aku!"

"Karena aku pun telah mengikhlaskanmu."

"Bagaimana dengan kenangan kita? Pengorbanan kita?"

"Bukan waktu yang tepat untuk mengenang itu semua. Sekarang sudah berbeda keadaannya! Aku dan kamu memang masih sama, hanya saja sudah bukan lagi 'KITA'. Lupakan aku. Bebaskan dirimu dari bayanganku."

"Kau sudah benar-benar tak cinta aku lagi?"

"Aku mencintaimu... dulu."

"Tinggalkan saja dia, lalu kita berdampingan bersama,"

"Kau gila ya? Sadarlah, aku ini hanya seonggok masa lalumu, begitupula dirimu!"


Love,
Megashofani.

3 comments: