Monday, 31 October 2011

Ketika Kenangan Terpatri Dalam Memori

Hanya tentang rindu dan sekelumit hati yang biru menguap dalam pekat malam.
Rindu yang tak kunjung terpejam, bayangan yang tak sekalipun tenggelam..
Layaknya lagu merdu yang dinyanyikan oleh sepi dengan syahdu.
Aku bertarung dengan karma dan takdir, menunggu dalam biru.
Kau tahu? begitu perihnya hingga menelan semua tawa.
Aku masih heran...
sampai saat ini tak ada yang bisa merenggutmu dari sana, kotak kenangan.

Rindu ini seperti gerimis yang tak pernah datang sendirian,
membawa tetesan air yang tak terbilang berhambur dari langit, menghujam tanpa ampun.
Aku di sini masih mengintaimu, dibalik kenangan.
Ingin menjemput dari angan-angan lalu memeluk nyata.
Harus dengan apa aku menggapainya?
Sekelebat harapan menguap begitu saja.
Tuhan, semoga sang waktu sedang bercanda.

Sesekali aku berbincang dengan kenangan, 
dengan bahasa yang dimengerti oleh sepi. 
Masih terpaku di sudut kamar, dipeluk erat oleh sunyi. 
Aku mengabaikan ramai di luar sana memilih untuk bercengkrama dengan luka hati.
Danbo pun galau...

Rinduku begitu gaduh!
Mungkin akan menjadi rasa yang tak pernah selesai.
Entahlah... dawai rindu selalu saja bergetar..
membakar dinding ruang hampa suara.
Dengan rindu ini aku belajar ketabahan.
Menunggumu menjadi kebiasaan.
Ini aku berdiri kaku dicumbu kesunyian,
diserang rindu tak berkesudahan.

EVERLASTING. Still i miss you forever :)

Love,
Megashofani.

3 comments:

  1. "Rindu itu kutukan bagi setiap mereka yang punya cinta"

    :)

    ReplyDelete
  2. entah mengapa waktu terlihat memejamkan matanya, ketika ia berputar di hadapanku....
    ketika itu matahari masih menggenggam secangkir kopi hangat di suatu pagi yang berkacamata,
    kacamata berkilau menoleh kearahku, aku terdiam dan menyelamkan perasaan...

    puisi galau gaje<---------------

    ReplyDelete