Sunday, 30 October 2011

Kecewa :')

Sebenernya kejadian ini udah berlalu, tapi tetep aja ya gue bakal post di sini karena ini begitu membekas di hati (yahelah bahasa gue). Kejadian ini Kamis, 20 Oktober 2011 kemarin. Ini tentang gue dan temen gue. TEMEN. Karena gue rasa sebutan SAHABAT terlalu bagus. Gue gak usah sebut namanya, dan gue gak peduli dia baca atau enggak.

Hmm... Saat itu malam sekitar pukul 00.20 dan gue masih terjaga. Gue gak bisa tidur gara-gara mantan pacar gue-yang gue gak tau kenapa-tiba-tiba ngeblock Facebook gue. Gue sedih. Sedih aja. Pokoknya Sedih. Bukan ini sih yang mau gue bahas. 

Yang mau gue bahas adalah...
Kesedihan itu berujung pada keinginan gue untuk nelpon temen gue sekedar untuk berbagi cerita, berbagi rasa. Ketika gue dalam masa-masa sulit untuk percaya siapapun kecuali Tuhan (Ya, gue selalu percaya Tuhan), ketika perasaan lagi nyesek banget dan ulu hati berasa dicongkel sama golok karatan, dan ketika itu juga di saat yang sama lo MERASA bisa mengandalkan telinga orang yang lo ANGGAP SAHABAT, sebagai satu-satunya orang yang lo pikir bisa diandalkan hanya untuk sekedar mendengarkan NAMUN ternyata gak respek sama sekali. It's so JLEBB you know.

Ya, sebenernya dari lubuk hati gue yang terdalam, kadang gue masih menyesali saat-saat itu, hari di mana gue menjatuhkan pilihan pada dia untuk mendengarkan keluh kesah masalah gue. Tadinya gue pikir dia bisa dengerin gue sama seperti halnya yang gue lakuin ketika dia butuh telinga gue untuk diandalkan sebagai pendengar, ternyata gue salah. "Kegalauan lo yang mana yang nggak pernah gue denger ketika lo lagi butuh gue sebagai pendengar?"

Bukan salah dia sih. Dia juga cerita dia lagi kasmaran. Gue maklum, orang kasmaran sama orang gila beda tipis, berasa dunia cuma milik mereka :) Salah gue juga, kenapa berharap dia menjadi pendengar yang sama seperti gue :') 

Intinya itu bikin gue sedih. Gue kecewa.
Gimana gue gak kecewa, waktu gue lagi bicara dia malah nyanyi lagu Dilema-Cherrybelle. Gue hening kemudian. Dari situ gue udah males.

Hingga akhirnya sikap dia yang semakin gak bisa toleransi sama gue yang lagi 'down', gue mengakhiri percakapan itu. Ujung-ujungnya dia sms minta maaf. Tapi buat gue nonsense. Kalau sedang butuhnya cerita nyamperin, giliran lagi seneng malah lupa. Sifat klasik manusia.

Intinya guys, gue sih pesen sama kalian, lain kali kalo kalian lagi seneng, dan sahabat lo dateng untuk nyeritain masalah mereka, ya DENGARKANLAH. Karena mungkin aja bagi mereka cuma lo satu-satunya orang yang saat itu dia rasa bisa dia percaya dan bisa dia andalkan hanya untuk sekedar MENDENGARKAN. Gak sulit kan? Kadang orang yang sedang down gak perlu lo kasih solusi, lo cuma perlu DENGERIN dan itu sudah cukup membantu hati mereka. :) Karena gak setiap orang menceritakan masalah mereka ke sembarang orang. Jangan sampe deh mereka nyesel karena udah cerita sama lo cuma karena lo gak respek sama mereka. Karena kepedulian seseorang dilihat sejauh mana dia mendengarkan :) 

Well, mungkin ada beberapa sebagian dari kalian yang menganggap 'MENDENGARKAN' adalah perihal kecil. Namun hal kecil buat lo, bisa aja jadi hal yang berarti buat orang lain :)


Love,
Megashofani.

No comments:

Post a Comment